Berita

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca IP. Pandjaitan/Net

Politik

Demokrat: Jangan Jadikan Demokrasi Sebagai Biang Keladi Kemunduran Ekonomi

SELASA, 03 DESEMBER 2019 | 10:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemilihan Presiden dan kepala daerah secara langsung merupakan cara terbaik yang telah dipilih rakyat untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Demikian pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca IP. Pandjaitan menanggapi wacana pemilihan Presiden dan kepala daerah yang dikembalikan ke MPR dan DPRD.

Partai asuhan Susilo Bambang Yudhoyono ini menyatakan demokrasi mundur dan kedaulatan rakyat dipasung jika rakyat tidak memilih pemimpin secara langsung.


Karena itu, Demokrat berikrar setia dan menghormati serta membela hak kedaulatan rakyat. Hal itu bukanlah pemberian negara yang sewaktu-waktu bisa dicabut oleh suatu pemerintahan.

Capaian ekonomi dan kesejahteraan rakyat dapat diraih seiring dengan kemajuan demokrasi yang disertai stabilitas politik dan keamanan.

"Kemunduran ekonomi dalam suatu masa tidak boleh menjadikan demokrasi sebagai biang keladi serta alasan merampas hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung," kata Hinca, Selasa (3/12).

Demokrat adalah pelaku dan dan saksi sejarah selama satu dekade (2004-2014). Berdasarkan hal tersebut Demokrat menyatakan  pernyataan sikapnya.

Pertama, Demokrat menolak Pilpres oleh MPR. Karena hal tersebut merupakan penghianatan terhadap kehendak rakyat yang ingin memilih langsung presidennya.

Selanjutnya usulan pilkada oleh DPRD, Demokrat juga bereaksi dan menolak dengan tegas. Sebab masyarakat di daerah juga memiliki hak untuk memilih secara langsung pemimpinnya dan menentukan serta merencanakan masa depan daerahnya.

Tidak hanya menolak wacana pemilihan Presiden dan kepala daerah secara langsung, Demokrat, lanjut Hinca, juga menolak wacana yang mengusulkan masa jabatan Presiden ditambah jadi tiga periode.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya