Berita

Taiwan/Net

Dunia

Gara-gara Laporan Pembelot China Di Australia, Taiwan Selidiki Dua Eksekutif Perusahaan Ini

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 08:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taiwan saat ini tengah menyelidiki dua eksekutif di sebuah perusahaan yang terdaftar di Hong Kong karena diduga melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional.

Perusahaan itu adalah China Innovation Investment Limited. Pihak perusahaan pada Senin (25/11) mengatakan bahwa direktur eksekutif Xiang Xin dan direktur pengganti Kung Ching telah dihentikan di bandara utama Taipei dan diminta untuk bekerja sama dalam penyelidikan.

Xiang dan Kung dirujuk ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada Senin malam untuk penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional.


Dikabarkan Reuters, mereka juga telah diperintahkan untuk tidak meninggalkan Taiwan.

Penyelidikan yang dimaksud adalah terkait laporan yang dibuat media Australia tentang gangguan China di Hong Kong dan Taiwan. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh seorang pencari suaka China di negeri kanguru. Dia mengaku bernama Wang Liqiang dan merupakan pembelot mata-mata China.

Wang mengatakan dia adalah bagian dari operasi intelijen yang bekerja di China Innovation Investment untuk menyusup ke universitas-universitas dan media Hong Kong dengan koperasi Partai pro-Komunis untuk melawan gerakan demokrasi di wilayah itu.

Menanggapi laporan tersebut, pihak perusahaan menyebut bahwa laporan itu fiktif dan palsu dan menegaskan bahwa Wang tidak pernah menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya