Berita

Protes di Kolombia/Net

Dunia

Ikut Protes Jalanan, Kolombia Usir 59 Warga Venezuela

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kolombia mengusir 59 warga Venezuela karena ikut ambil bagian dalam proes jalanan yang terjadi di negara tersebut sejak pekan lalu.

Gelombang protes yang terjadi di Kolombia merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintahan Presiden Ivan Duque yang dinilai lambat dalam pemberantasan korupsi, meningkatkan pendidikan publik serta mendorong ekonomi yang lebih juat dan adil.

Warga juga khawatir dengan pengelolaan kesepakatan damai tahun 2016 dengan kelompok pemberontak FARC sayap kiri, yang tidak disukai banyak orang Kolombia.


Di tengah protes yang terjadi, otoritas setempat mengatakan bahwa ada 59 warga Venezuela yang ditangkap karena ikut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Kolombia sendiri diketahui merupakan negara yang menampung sekitar 1,4 juta pengungsi yang melarikan diri dari Venezuela.

Agen Migrasi Kolombia menyebut, Venezuela telah diklasifikasikan sebagai ancaman terhadap ketertiban umum dan keamanan nasional.

"Kami tidak akan mentolerir sekelompok kecurangan yang datang untuk mengancam keamanan jalan-jalan kami," kata Direktur Migrasi Kolombia, Christian Kruger.

Dia mengatakan tindakan 59 warga Venezuela ini memicu "wabah xenophobia" yang merusak reputasi Venezuela.

Kruger mengatakan, mereka akan diserahkan kepada pihak berwenang Venezuela di perbatasan terpencil di barat daya Kolombia, San Fernando de Atabapo.

"Meskipun benar bahwa orang asing dapat berbaris, apa yang mereka tidak dapat lakukan adalah mempengaruhi ketertiban umum dan menghasilkan vandalisme dengan menempatkan barang-barang publik dan pribadi dalam bahaya serta integritas orang-orang yang berada dalam pawai itu," sambungnya, seperti dimuat Reuters.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya