Berita

Pengunjuk rasa di Bolivia/Net

Dunia

Warga Mulai Singkirkan Penghalang Jalan, Perdamaian Bolivia Di Depan Mata

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 06:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Bolivia bergotong-royong merobohkan penghalang jalan pasca kesepakatan damai dibuat antara pemerintah dan pemimpin kelompok-kelompok sipil yang memobilisasi pengunjuk rasa yang turun ke jalan sejak beberapa pekan yang lalu.

Di daerah pegunungan Cochabamba hingga ke La Paz, tanda-tanda protes dan kekerasan mulai berakhir ketika para politisi dan pemimpin sipil sepakat untuk mengadakan pemilihan baru dan menarik diri dari konfrontasi.

"Kami kembali normal setelah sesuatu yang begitu keras dan dramatis, tetapi saya pikir kami bergerak maju," kata pemimpin sementara Bolivia Jeanine Anez awal pekan ini (Senin, 25/11).


Sehari sebelumnya, Anez menandatangani menandatangani undang-undang untuk mengadakan pemilihan baru.

“Kami telah mengalami banyak kendala, tetapi kami berharap bahwa mulai sekarang kami akan bergerak maju dan mengadakan pemilihan segera,” tambah Anez seperti dimuat Reuters.

Di Sacaba, di mana sembilan orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, bos serikat petani kunci dan sekutu mantan presiden Evo Morales, Andronuco Rodríguez mengatakan bahwa kelompok-kelompok yang dimobilisasi sekarang akan bekerja untuk menenangkan negara dan mempersiapkan pemilihan berikutnya.

Diketahui bahwa Bolivia yang dipimpin oleh Morales sejak 2006, berubah menjadi kekacauan setelah pemilihan Oktober lalu. Gelombang protes muncul karena mereka menilai bahwa pemilu diwarnai dengan kecurangan.

Kemudian pada 10 November, Morales akhirnya mengundurkan diri di bawah tekanan setelah pasukan polisi dan militer menarik dukungan mereka.

Sejak saat itu, gelombang protes semakin meluas dan anarki. Sepanjang gelombang protes terjadi sejak akhir Oktober lalu, setidaknya 33 orang telah meninggal dunia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya