Berita

Penyitaan kapal selam pengangkut kokain/CNN

Dunia

Otoritas Spanyol Sita Kapal Selam Pengangkut Tiga Ton Kokain

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 22:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah kapal selam semi-submersible yang mengangkut lebih dari 3.000 kilogram kokian berhasil disita oleh pihak berwenang di Spanyol awal pekan ini.

Jurubicara Pengawal Sipil, yakni sebuah agen militer yang memiliki kekuatan kepolisian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa obat-obatan itu diduga berasal dari Kolombia. Namun hal itu belum dapat dipastikan dan penyelidikan masih terus dilakukan.

Kapal itu sendiri disita di lepas pantai pelabuhan Aldan. Bersamaan dengan penyitaan itu, dua dari tiga anggota awak yang mengoperasikan kapal selam sepanjang 22 meter itu pun ditangkap. Keduanya merupakan warga negara Ekuador. Sementara satu awak kapal lainnya masih diburu.


"Kami sedang berupaya mengeluarkan kapal selam dari air untuk memeriksa semuanya dengan benar," tambah keterangan tersebut, seperti dimuat CNN.

Kapal selam itu berhasil terdeteksi sebagai hasil dari operasi internasional yang melibatkan Bea Cukai Spanyol, Polisi Nasional Spanyol dan Penjaga Sipil.

Penggunaan kapal selam dalam perdagangan obat terlarang bukan baru kali ini dilakukan. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya dua buah kapal selam berhasil disita dalam perjalanan untuk membawa kokai ke Amerika Serikat, tepatnya pada bulan Juni dan September lalu.

Komandan Coast Guard Letnan Stephen Brickey mengatakan kepada CNN awal tahun ini bahwa kartel narkoba Amerika Tengah dan Selatan gencar menggunakan kapal selam semi-submersible untuk mengangkut obat-obatan ke Amerika Serikat.

Kapal selam tersebut biasanya berangkat dari daerah terpencil seperti hutan untuk menghindari deteksi. Tapi begitu berada di dalam air, mereka sulit untuk dideteksi tanpa intelijen sebelumnya atau pesawat yang melihat mereka dari atas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya