Berita

Presiden Sementara Bolivia Jeanine Anez/Net

Dunia

Presiden Sementara Bolivia Sepakat Tarik Militer Di Tengah Gelombang Protes

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 | 09:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ketegangan politik di Bolivia mulai mengendur. Pasalnya, presiden sementara Bolivia Jeanine Anez sepakat untuk menarik militer dari daerah-daerah yang dilanda gelombang protes.

Dia juga mencabut undang-undang yang memberi mereka keleluasaan luas dalam penggunaan kekuatan dengan dalih untuk pengamanan.
"Jika tentara tidak perlu berada di jalanan, itu tidak akan terjadi," kata Anez dalam pengumumannya pada Minggu (24/11).

"Itu karena kebutuhan ekstrim bahwa tentara dikerahkan," jelasnya.

"Itu karena kebutuhan ekstrim bahwa tentara dikerahkan," jelasnya.

"Itu bukan untuk menyalahgunakan siapa pun atau untuk menunjukkan kekuatan," tambah Anez, seperti dimuat Reuters.

Keputusan itu diambil setelah perundingan antara pemerintah dengan kelompok adat, petani dan serikat pekerja yang digelar akhir pekan kemarin.

Sebagai balasan atas putusan tersebut, mereka yang terlibat dalam perundingan sepakat untuk memerintahkan pengikut mereka untuk mengakhiri demonstrasi.
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, pasukan militer akan tetap berjaga-jaga di perusahaan-perusahaan negara yang strategis untuk mencegah vandalisme.

Selain itu, dalam kesempakatan itu, pemerintah Bolivia berkomitmen untuk melindungi para pemimpin sosial dan anggota parlemen dari penganiayaan, memberikan kompensasi bagi anggota keluarga orang yang terbunuh dalam bentrokan dan membebaskan mereka yang ditangkap dalam protes.

Diketahui bahwa gelombang protes yang terjadi di Bolivia antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan terjadi sejak pemilihan umum 20 Oktober lalu di mana mantan presiden Evo Morales kembali terpilih.

Morales kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden pada 10 Oktober lalu di bawah tekanan. Meski begitu, hal itu tidak juga memperbaiki masalah politik yang terjadi.

Sedikitnya 30 orang meninggal dunia dalam unjuk rasa berujung bentrok yang kerap terjadi antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan. Sebagian besar korban tewas berjatuhan dalam aksi unjuk rasa pasca Morales mengundurkan diri.

Para pemimpin sosial menyalahkan militer atas kematian tersebut. Namun pemerintah Anez menyangkal tuduhan itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya