Berita

Kerusakan akibat serangan di Yaman/Net

Dunia

Otoritas Yaman Bantah Klaim PBB Soal Serangan Arab Saudi Turun 80 Persen

MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 09:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jurubicara angkatan bersenjata Yaman menolak penyataan yang dibuat oleh utusan PBB untuk Yaman yang menyebut bahwa serangan udara Arab Saudi di negara tersebut telah turun 80 persen.

"Pernyataan itu datang ketika Saudi telah melakukan lebih dari 12 serangan udara dalam dua hari terakhir," kata Brigadir Jenderal Yahya Saree akhir pekan ini.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa Yaman, Martin Griffiths pada Jumat (23/11) menyatakan bahwa serangan udara Arab Saudi di Yaman telah menurun secara dramatis.


"Dalam beberapa minggu terakhir, ada periode 48 jam penuh tanpa serangan udara untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai," kata Griffiths seperti dimuat Press TV.

"Ada hampir 80 persen lebih sedikit serangan udara secara nasional daripada dua minggu sebelumnya," kata Griffiths kepada Dewan Keamanan PBB melalui konferensi video dari kantornya di Amman.

Diketahui bahwa Arab Saudi melancarkan perang di Yaman pada tahun 2015 lalu sebagai upaya untuk menempatkan pemerintah sekutu di Sana'a. Sejak saat itu, menurut Armlic Conflict Location dan Project Data Project (ACLED), yakni sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba yang bermarkas di Amerika Serikat, lebih dari 100 ribu nyawa melayang di Yaman.

Bukan hanya itu, invasi Arab Saudi juga telah mengambil korban besar pada infrastruktur negara itu, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik.

PBB mengatakan, lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya