Berita

Tuvalu/Net

Dunia

Tegas Dukung Taiwan, Negara Pasifik Tuvalu Tolak Bantuan China

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 09:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negara kecil Tuvalu di Pasifik Selatan itu menolak tawaran dari perusahaan China untuk membangun pulau buatan yang akan membantunya menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut.

Menteri Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe mengatakan, penolakan itu dilakukan karena pihaknya memandang tawaran tersebut sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh Taiwan di kawasan tersebut. Kofe menegaskan kembali dukungan negaranya untuk Taiwan.

Kofe menjelaskan bahwa perusahaan China telah mendekati komunitas lokal dan menawarkan bantuan dengan rencana pemerintah 400 juta dolar AS untuk membangun pulau-pulau buatan. Dia percaya perusahaan-perusahaan itu didukung oleh pemerintah China.


"Kami mendengar banyak informasi tentang utang," katanya.

"China membeli pulau-pulau kami dan ingin mendirikan pangkalan militer di bagian dunia kami. Itu adalah hal-hal yang memprihatinkan bagi kami," tambahnya.

Dia juga menegaskan kembali dukungan Tuvalu bagi Taiwan. Dia menyebut bahwa negaranya membentuk sebuah kelompok untuk menyatukan empat sekutu Taiwan di Pasifik yang tersisa, yakni Kepulauan Marshall, Palau, Nauru dan Tuvalu.

"Kami percaya pada kekuatan pengelompokan bersama dan kolaborasi," katanya kepada kantor berita Reuters.

"Bersama dengan mitra kami, kami akan dapat melawan pengaruh dari China daratan," tegasnya.

Diketahui bahwa saat ini hanya ada 15 negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat dan memiliki hubungan diplomatik penuh. Sejumlah negara telah mengalihkan kesetiaan mereka dari Taiwan ke China dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa bulan terakhir saja Taiwan kehilangan dua sekutu di wilayah itu, karena Kiribati dan Kepulauan Solomon mengalihkan pengakuan diplomatik ke China. Negeri tirai bambu dituduh memikat mereka dengan janji bantuan keuangan dan pesawat terbang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya