Berita

Apache/Net

Dunia

Maroko Bersiap Borong Helikopter Serangan Apache Baru Dari Amerika Serikat

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 08:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan helikopter serang Apache AH-64E dan peralatan terkait ke Maroko.

Persetujuan penjualan itu diumumkan oleh Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Amerika Serikat pada Rabu (20/11) dengan perkiraan biaya 4,25 miliar dolar AS.

Armada helikopter tersebut merupakan generasi terbaru yang memiliki kapasitas untuk melakukan serangan canggih dan sistem pertahanan, meliputi radar kontrol kebakaran, rudal anti-tank, rudal udara-ke-udara, helikopter anti-helikopter, drone, dan pesawat tingkat rendah serta bom mematikan, di samping perangkat komunikasi modern, sensor, dan perlindungan diri.


Apache AH-64 sendiri adalah salah satu helikopter tempur multi-peran paling canggih di dunia. Armada ini kerap digunakan oleh tentara Amerika Serikat dan pasukan pertahanan internasional lainnya, termasuk dalam Perang Teluk, serta dalam konflik di Afghanistan, Irak, Libya, dan Yaman.

Maroko merupakan negara Afrika kedua yang membeli Apache AH-64 setelah Mesir pada tahun 1995 lalu.

Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana lima tahun Maroko yang dimulai pada tahun 2017 lalu, untuk mencapai supremasi regional melalui modernisasi peralatan militer dari pasukan, angkatan udara, dan angkatan lautnya.

Merujuk pada peringkat kekuatan militer Global Firepower 2019, Maroko saat ini merupakan eksportir senjata terbesar kedua dan kekuatan militer ke-7 di Afrika.

Sejauh ini, Maroko telah mencurahkan 20 miliar dolar AS untuk tujuan strategisnya. Pemasok senjata utama Maroko adalah Amerika Serikat dengan pangsa 53 persen, diikuti oleh Perancis dengan 44 persen, dan Italia dengan 1,4 persen.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya