Berita

Israel/Net

Dunia

Rival Benjamin Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan, Israel Kembali Terjebak Kebuntuan Politik

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 09:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel tampaknya akan kembali terjebat dalam kebuntuan politik setelah penantang utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yakni Benny Gantz gagal membentuk pemerintahan.

Dalam sebuah pengumuman (Kamis, 21/11), Gantz mengatakan bahwa dia tidak akan dapat memenuhi tenggat waktu tengah malam setelah Netanyahu gagal untuk mengumpulkan koalisi pada bulan Oktober lalu dan memperdalam kebuntuan politik di Israel.

"Dalam 28 hari terakhir, saya tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat, terlepas dari seberapa kecil, dalam upaya saya untuk membentuk pemerintahan yang akan membawa kepemimpinan negara Israel dengan integritas, moralitas dan nilai-nilai," kata Gantz.


"Kami telah melakukan upaya besar untuk membentuk pemerintah persatuan liberal yang luas, pemerintah yang akan melayani semua orang, agama dan sekuler, Yahudi dan Arab," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera.

Diketahui bahwa baik Netanyahu, yang mengepalai partai sayap kanan Likud, maupun mantan jenderal Gantz dari sentris Blue and White tidak memperoleh suara mayoritas di parlemen dalam pemilihan pada bulan April dan September lalu.

Pasca pemilu September lalu, Netanyahu gagal mengumpulkan koalisi. Kemudian Gantz diberi tugas oleh Presiden Israel Reuven Rivlin untuk membentuk pemerintahan koalisi dalam waktu 28 hari. Namun dia pun gagal melakukannya.

Tidak ada tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan yang diusulkan Rivlin untuk pemerintah persatuan nasional yang akan mencakup Likud dan Blue and White setelah pembicaraan selama berminggu-minggu.

Jika kebuntuan politik kembali terjadi saat ini, maka hal itu akan membuka jalan bagi pemilihan umum ketiga pada tahun ini di Israel.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya