Berita

Prof. Bahtiar Effendy/RMOL

Politik

Prof. Bahtiar Effendy Meninggal Dunia, Inilah Karya-karya Yang Ditinggalkannya

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 08:11 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kepergian Prof. Bahtiar Effendy meninggalkan duka yang begitu dalam bagi seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, tempat ia mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Bahtiar Effendy adalah Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta. Ia ikut mendirikan dan menjadi Dekan pertama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun 2009 hingga 2013.  

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dari IAIN Jakarta pada tahun 1986, dan menyelesaikan pendidikan master pada program Asia Tenggara dari Ohio University (OU), Athens, Amerika Serikat, dua tahun kemudian.


Lulus dari OU, Prof. Bahtiar Effendy bertahan di negeri Paman Sam dan mengambil pendidikan program Ilmu Politik di Ohio State University (OSU), Colombus, yang diselesaikannya pada 1991. Tiga tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan doktoral dan memperoleh gelar PhD dari universitas yang sama.

Kembali ke tanah air, di tahun 1995 Bahtiar Effendy memulai karier sebagai dosen di UIN Jakarta, Universitas Indonesia, juga Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Sepanjang kariernya di dunia akademik, Prof. Bahtiar Effendy tercatat sebagai Senior Fellow pada S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University (NTU), Singapura, juga sebagai Fellow pada Victoria University of Wellington, Selandia Baru.

Ia juga merupakan anggota American Political Science Association (APSA), World Conference on Religion and Peace (WCRP), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Di PP Muhammadiyah, Prof. Bahtiar Effendy tercatat sebagai Ketua bidang Hubungan Luar Negeri.

Pria kelahiran Ambarawa, 10 Desember 1958 ini menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Rabu tengah malam atau Kamis dinihari (21/11).

Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Amany Lubis juga menyampaikan ucapan  duka cita atas kepergiaan Prof. Bahtiar Effendy yang menggambarkan betapa ia terpukul dengan kabar duka itu.

“Allah yarhamhu Prof. Bahtiar,” tulisnya dalam pesan singkat kepada redaksi.

Hari Sabtu, tanggal 9 November lalu, Prof. Amany Lubis menerima ucapan belasungkawa dari Prof. Bahtiar Effendy atas kepergiaan ayahandanya, H. Burhanuddin Lubis.

“Hari Senin lalu (18/11) saya sempat menjenguk almarhum (Prof. Bahtiar Effendy) ke RSIJ. Kini almarhum telah berpulang,” sambungnya.

Prof. Amany Lubis mengenang Prof. Bahtiar Effendy sebagai sosok cendekiawan Muslim yang memiliki sumbangsih pemikiran yang tidak sedikit dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Sumbangan Prof. Bahtiar Effendy juga dapat dilihat dari berbagai buku yang ditulisnya.

Pada 1986 buku “Merambah Jalan Baru Islam: Rekontruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru” yang ditulis Prof. Bahtiar Effendy bersama mentornya, Prof. Fachly Ali, diterbitkan Mizan.

Setahun kemudian, bersama H. Nasution, ia menerbitkan buku bertema HAM, “Hak Azasi Manusia dalam Islam” yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia.

“Islam and the State: The Transformation of Islamic Political Ideas and Practices in Indonesia”, yang merupakan disertasinya diterbitkan The Ohio State University (1994).

Di masa-masa reformasi, Prof. Bahtiar Effendy menulis buku “Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia” yang diterbitkan Paramadina (1998).

Kemudian bukunya yang berjudul “(Re)-Politisasi Islam: Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?” diterbitkan Mizan (2000).

Setahun kemudian Galang Press menerbitkan “Teologi Baru Politik Islam: Pertautan Agama, Negara, dan Demokrasi” dan “Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan: Perbincangan Mengenai Islam, Masyarakat Madani, dan Etos Kewirausahaan”.

Di tahun 2002, Prof. Bahtiar ikut menyumbangkan pikiran dalam buku “Ensiklopedi Tematis: Dunia Islam”, yang diterbitkan Ichtiar Baru Van Hoeve (2002).

Setelah itu di tahun 2003, Institute of Southeast Asian Studies menerbitkan buku karya Prof. Bahtiar Effendy yang berjudul “Islam and the State in Indonesia”.

“Jalan Tengah Politik Islam: Kaitan Islam, Demokrasi, dan Negara yang Tidak Mudah” diterbitkan Ushul Press pada 2005.

Buku terakhir dipublikasikan Prof. Bahtiar Effendy pada tahun 2017 dan berjudul “Insight: Essays on Islam and Public Affairs”. Buku ini berisi rekaman pemikirannya terkait berbagai isu sosial, politik, pemerintahan, dan praktik keagamaan di Indonesia dari beberapa tahun sebelumnya.

Saat berita ini diunggah, jenazah Prof. Bahtiar Effendy disemayamkan di rumah duka di Perumahan Gema Pesona Blok AL No. 2, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Prof. Bahtiar Effendy akan dimakamkan di TPU Lemperes, Depok.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya