Berita

Penahanan anak/Net

Dunia

PBB: 100 Ribu Anak Ditahan Di Pusat Penahanan Migrasi AS

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 09:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saat ini ada lebih dari 100 ribu anak ditahan di pusat penahanan migrasi di Amerika Serikat yang berada dalam kondisi tidak layak dan bahkan melanggar hukum internasional.

Begitu bunyi laporan terbaru PBB dalam Studi Global PBB untuk Anak-anak terbaru yang dirilis awal pekan ini. Salah satu penulis utama laporan itu, Manfred Nowak, mengatakan bahwa angka tersebut merujuk pada migran anak-anak yang saat ini berada dalam tahanan serta mereka yang mencapai perbatasan Amerika Serikat tanpa ditemani.

"Jumlah total yang saat ini ditahan adalah 103.000," kata Nowak kepada AFP.


Laporan tersebut juga menemukan bahwa secara global, setidaknya ada 330.000 anak di 80 negara ditahan karena alasan terkait migrasi. Dengan demikian, maka hampir sepertiga dari jumlah tersebut berada di Amerika Serikat.

Para peneliti menyoroti soal pelanggaran Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak, yang mengamanatkan bahwa penahanan anak digunakan hanya sebagai langkah terakhir dan untuk jangka waktu yang singkat dan tepat, serta bukan untuk waktu yang lama.

Amerika Serikat sendiri adalah satu-satunya negara anggota PBB yang belum meratifikasi konvensi yang mulai berlaku pada tahun 1990.

Meski begitu, Nowak mengatakan bahwa itu tidak berarti Amerika Serikat bebas dari kesalahan sehubungan dengan penahanan anak-anak migran di perbatasan selatan dengan Meksiko.

"Penahanan terkait migrasi untuk anak-anak tidak pernah dapat dianggap sebagai langkah terakhir atau demi kepentingan terbaik anak. Selalu ada alternatif yang tersedia," kata Nowak di Jenewa.

Dia menambahkan bahwa meskipun Amerika Serikat belum meratifikasi konvensi hak-hak anak, negeri Paman Sam terikat oleh konvensi tentang hak-hak sipil dan politik, yang melarang perlakuan kejam dan tidak manusiawi.

"Memisahkan anak-anak, seperti yang dilakukan oleh pemerintahan Trump, dari orang tua mereka, bahkan anak-anak kecil, di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat, merupakan perlakuan tidak manusiawi bagi orang tua dan anak-anak," kata Nowak.

"Masih ada sejumlah anak yang terpisah dari orang tua mereka, dan anak-anak itu tidak tahu di mana orang tuanya atau orang tuanya tahu di mana anak-anak mereka berada. Itu adalah sesuatu yang pasti tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya