Berita

Pembangunan pemukiman Israel/Net

Dunia

Menlu Pompeo: AS Tidak Lagi Menganggap Pemukiman Israel Di Tepi Barat Ilegal

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 06:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat tidak lagi menganggap pemukiman Israel sebagai suatu hal yang ilegal. Hal itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Senin (18/11).

Pompeo mengumumkan bahwa Amerika Serikat melunakkan posisinya pada permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Dia mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan lagi mematuhi pendapat hukum Departemen Luar Negeri 1978 dan menyebut bahwa penyelesaian itu tidak konsisten dengan hukum internasional.

"Setelah mempelajari dengan seksama semua sisi dari debat hukum, pemerintahan ini setuju (pendirian) permukiman sipil Israel di Tepi Barat, pada dasarnya, tidak inkonsisten dengan hukum internasional," kata Pompeo.


Pengumuman terbaru menandai kebijakan penting lainnya yang diambil oleh Trump di masa pemerintahannya untuk memihak Israel.

Pada tahun 2017 Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kemudian pada tahun 2018, Amerika Serikat secara resmi membuka kedutaan di kota tersebut.

Dia membalikkan kebijakan Amerika Serikat sebelumnya yang menyebut bahwa status Yerusalem akan diputuskan oleh para pihak yang terlibat konflik.

Di tahun 2018, Amerika Serikat juga mengumumkan akan memotong kontribusinya kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) yang merupakan badan PBB untuk para pengungsi Palestina.

Langkah terbaru pemerintahan Trump ditentang keras oleh kelompok HAM dan warga Palestina.

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan langkah Amerika Serikat sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional.

"(Washington) tidak memenuhi syarat atau berwenang untuk membatalkan resolusi hukum internasional, dan tidak memiliki hak untuk memberikan legalitas pada penyelesaian Israel," kata jurubicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeinah dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Al Jazeera.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya