Berita

Aksi Kampus Merah Putih di Istana/RMOL

Politik

Geruduk Istana, Mahasiswa Tuntut KPK Tuntaskan Kasus Ahok Yang Mandek

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gelombang aksi penolakan rencana mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi petinggi di BUMN dimulai.

Pada sore ini, Senin (18/11) sekelompok mahasiswa yang menamakan diri sebagai Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Sang Merah Putih (Kampus Merah Putih) menggelar aksi di depan Taman Pandang Istana, Jakarta.

Koordinator Lapangan (Korlap) Kampus Merah Putih, Rizal R Sutanbagindo mengatakan bahwa mereka beraksi dengan membawa dua tuntutan.


"Pertama menolak Ahok untuk dijadikan bos BUMN. Kita minta itu kepada Bapak Erick Thohir, kemudian juga Pak Presiden Joko Widodo," ujarnya saat di sela-sela demonstrasi pada Senin (18/11).

Selanjutnya mereka meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menuntaskan kasus-kasus Ahok yang mereka anggap telah dipetieskan.

"Substansi kita ada di dua poin itu. Tidak membawa kegaduhan penolakan karena Ahok pernah menjadi narapidana atas dakwaan penistaan agama, " jelasnya.

Tuntutan disuarakan karena mereka mendukung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin dalam menciptakan Indonesia bersih. Hal itu terwujud jika semua jajaran yang ada di bawah presiden diisi orang-orang bersi.

“Kalau misalkan Ahok dianggap orang bersih, selesaikan dulu kasus-kasus yang sempat terhenti," pungkasnya.

Dari pantauan Kantor Berita Politik RMOL, sejumlah personel kepolisian juga disiapkan menjaga keamanan di sekitar lokasi.

Sejumlah kasus yang terindikasi korupsi dan melibatkan Ahok masih belum terang benderang. Di antaranya, kasus dugaan korupsi pembangunan RS Sumber Waras, pembelian lahan di Cengkareng, dan hingga pengadaan bus Transjakarta.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya