Berita

Barack Obama/Net

Dunia

Pesan Obama Untuk Bakal Capres Demokrat: Jangan Terlalu Jauh Ke Kiri

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 | 08:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama memiliki pesan tersendiri bagi para bakal calon presiden dari Partai Demokrat.

Dia menyoroti soal kebijakan yang tidak berakar pada kenyataan yang disampaikan bakal calon presiden dari Demokrat.

Obama juga memperingatkan bahwa Demokrat beresiko mengasingkan pemilih jika para bakal capres terlalu jauh ke kiri secara politis.
Dalam sebuah acara penggalangan dana di Washington jelang akhir pekan ini, Obama tidak menyebut nama kandidat atau mengkritik proposal kebijakan tertentu. Dia mendesak Demokrat untuk memperhatikan pemilih dengan mengangkat masalah-masalah seperti perawatan kesehatan dan imigrasi.

Dalam sebuah acara penggalangan dana di Washington jelang akhir pekan ini, Obama tidak menyebut nama kandidat atau mengkritik proposal kebijakan tertentu. Dia mendesak Demokrat untuk memperhatikan pemilih dengan mengangkat masalah-masalah seperti perawatan kesehatan dan imigrasi.

"Bahkan ketika kami mendorong amplop dan kami berani dalam visi kami, kami juga harus berakar pada kenyataan," kata Obama dalam acara tersebut, seperti dimuat BBC (Sabtu, 16/11).

Meski begitu, spekulasi yang berkembang menilai bahwa komentar Obama merupakan kritik terhadap senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren yang secara luas dilihat sebagai dua kandidat sayap kiri di lapangan.

Kedua kandidat telah kerap lantang menyerukan perubahan politik dan ekonomi yang berjangkauan luas, termasuk kebijakan yang akan mengakhiri asuransi kesehatan swasta dan mendekriminalisasi penyeberangan perbatasan ilegal.

Komentar Obama tersebut muncul kurang dari empat bulan sebelum pemilihan pendahuluan Demokrat dan merupakan salah satu intervensi paling tajam Obama dalam lomba sejauh ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya