Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

Citra BUMN Sebagai "Sapi Perah" Parpol Akan Menguat Jika Ahok Jadi Dirut Pertamina

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 13:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Citra Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sapi perah partai politik akan semakin menguat jika mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi direksi di salah satu perusahaan BUMN.

Sejak Feberuari 2019 lalu, Ahok merupakan kader PDIP, sehingga Ahok tidak akan bisa melepaskan posisinya sebagai bagian dari partai politik.

Tak hanya itu, berbagai persoalan yang melanda Ahok akan menimnbulkan resistensi yang besar di tubuh BUMN. Bahkan, hak tersebut juga akan tumbuh lantaran sudah adanya penolakan kehadiran Ahok jika menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina.


Dampak yang paling besar dirasakan oleh Presiden Joko Widodo jika menyetujui Ahok menjadi Dirut di perusahaan BUMN.

"Nah itu kan jadi beban sendiri buat pak Jokowi. Ada problem buat Jokowi kedepan, (kasus) BPK, Sumber Waras soal TransJakarta kemarin itu yang bakal membebankan Pak Jokowi kalau dia masukkan (Ahok) ke dalam Pertamina," kata Peneliti Founding Fathers House, Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (16/11).

Selain itu, citra BUMN sebagai sapi perahpartai politik juga akan kembali menguat jika Ahok menjabat Dirut perusahaan BUMN.

"Dirut BUMN itu kan menjadi sapi perah partai politik, ini menjadi problem gitu. Sudah ada persoalan bahwa BUMN menjadi sapi perah bagi partai politik, sisi lain Ahok juga bawa masalah," tegasnya.

"Artinya kalau ini dibawa ke Pertamina, resistensinya terlalu besar di sisi eksternal dan di sisi internal karena sudah ada penolakan dari karyawan Pertamina," sambungnya.
    

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya