Berita

Ahok/Net

Politik

PKS: Bisa Saja Ahok Keluar Dari PDIP, Tapi Bukan Contoh Yang Baik

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 09:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi salah satu pemimpin perusahaan BUMN menuai pro kontra.

Ada yang mendukung, tapi tidak sedikit yang menolak. Bagi mereka yang menolak, masa lalu Ahok yang tersandung sejumlah kasus hukum jadi penyebabnya.

Selain itu, status Ahok yang merupakan kader PDI Perjuangan juga menjadi salah satu yang disorot.


"BUMN itu punya aturan. Salah satunya tidak terafiliasi dengan partai politik," ujar anggota DPR RI dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/11).

"Pak Ahok sudah menyatakan diri sebagai anggota parpol. Bisa saja Pak Ahok keluar dari parpol, tapi itu bukan contoh yang baik bagi elit partai dan pejabat publik," sambungnya.

Untuk diketahui, Ahok belum lama bergabung dengan PDIP. Sebelum gabung dengan partai Megawati Soekarnoputri, Ahok dikenal politisi kutu loncat. Dia pernah di PIB, Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Banyak kalangan yang menduga penunjukan Ahok kali ini sebagai bentuk pemberian panggung politik dari Presiden Jokowi. Kalau ternyata itu benar adanya, tentu saja ini bisa menjadi blunder buat Jokowi juga.

Terkait hal ini, Mardani tidak mau banyak berkomentar. "Monggo publik yang menilai," katanya.

Senada dengan Mardani, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga juga mengatakan Ahok harus melepas atribut partai jika memang benar-benar menduduki kursi jabatan di BUMN.

"Tentu partai harus melepaskan ya, kalau dalam bahasa lain kita harus memberikan yang tebaik kepada negara," ujar Eriko di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya