Berita

Pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro/Net

Politik

Kepercayaan Publik Tinggi, Presiden Harus Pertahankan Panglima TNI

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 01:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kepercayaan publik terhadap TNI sebagai institusi negara masih tetap tinggi. Survei LSI Denny JA September 2019 menyebutkan bahwa kepercayaan publik terhadap TNI masih di angka 89,0.

Angka ini tertinggi di antara institusi negara lain seperti KPK dan MK. Meskipun secara umum survei tersebut menunjukkan penurunan kepercayaan publik kepada institusi negara dan institusi demokrasi.

Pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro mengatakan, tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap institusi TNI tidak terlepas dari kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah mampu membawa TNI melewati masa-masa sulit dengan kapasitas dan komitmen yang tinggi.


“Terutama pada Pemilu 2019 lalu, TNI berhasil menunjukkan netralitas dan mampu menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan,” kata Ngasiman Djoyonegoro, Kamis (14/11).

Pria yang kerap disapa Simon ini menambahkan, keberhasilan TNI dalam mengemban fungsi sebagai penjaga pertahanan negara, merupakan manifestasi penegak keutuhan kedaulatan NKRI. Kata Simon, TNI berhasil mendukung suksesnya pelaksanaan demokrasi, merupakan prestasi yang patut dibanggakan.

Selain itu, TNI juga berhasil menjaga kelancaran dan keamanan Pemilu Serentak 2019, juga selalu membanggakan dalam penugasan PBB di berbagai penjuru dunia. TNI selalu memastikan negara hadir di daerah terpencil, di daerah perbatasan dan di pulau-pulau terdepan Indonesia. TNI selalu manunggal dengan rakyat.

Lebih lanjut Simon mengurai, secara kelembagaan, Panglima TNI berhasil menaikkan level sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim) dari tipe B ke tipe A, yang diiringi dengan kenaikan pangkat  Komandan Distrik Militer (Dandim) dari Letnan Kolonel ke Kolonel. Demikian juga pada sejumlah Komado Resor Militer (Danrem)  berubah dari tipe B ke A, dengan pimpinan awalnya Kolonel berubah menjadi Brigjen. Sesuatu yang sulit dicapai di masa lalu.

"Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) terealisasi di bawah komando Hadi Tjahjanto. Struktur baru dibentuk untuk memperkuat koordinasi operasi TNI dalam mempertahankan wilayah Indonesia. Wacana pembentukan struktur baru ini sudah muncul sejak 2014," tandas Simon.

Selain itu, di era kepemimpinan Hadi Tjahjanto, hubungan antara TNI-Polri terjalin dengan sangat baik. Kemampuan kedua institusi pertahanan dan keamanan untuk bersinergi dalam agenda-agenda nasional berhasil dibangun.

"Tanpa sinergi, akan sulit dicapai situasi keamanan yang diinginkan," kata Simon.

Simon juga menyinggung pengelolaan anggaran TNI yang mengalami kenaikan signifikan, dari RP 90 triliun menjadi 127,t triliun. Remun untuk anggota TNI berada di angka 75 persen, bahkan tahun ini baru disepakati menyentuh ke 80 persen.

"Terbentuknya satuan baru TNI 3 matra yang dari dulu hanya konsep, era Pak Hadi semua mimpi TNI terwujud, Alutsista baru: kapal selam, pesawat tempur, tank dan senjata strategis dengan Konsep introprobilty command dan digitalisasi sistem senjata," paparnya.

Simon menilai ada pihak-pihak yang menggiring opini bahwa seolah-olah Panglima TNI menyalahkan revolusi industri 4.0 sehingga muncul ancaman-ancaman serangan teroris lone wolf.

“Itu adalah penilaian yang sepotong-sepotong. Panglima TNI selalu menyampaikan bahwa paradoks dari sebuah kemajuan yang disruptif pasti ada dampak negatifnya, dampak itulah yang harus dimitigasi. Komitmen dan kapasitas Hadi Tjahjanto dalam memperkuat pertahanan negara dengan demikian tidak usah diragukan lagi,” kata Simon.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya