Berita

AS meminta rudal S-400 milik Turki untuk segera disingkirkan/Net

Dunia

Turki Tak Kunjung Singkirkan Rudal S-400, AS Siapkan Sanksi Baru

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 14:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kisruh pembelian sistem pertahanan rudal S-400 oleh Turki masih belum usai. Setelah sempat meredup, kini Amerika Serikat kembali menunjukkan kekecewaannya. Bahkan pihak AS akan memberi sanksi baru kepada Turki jika senjata buatan Rusia tersebut tidak disingkirkan.

"Turki akan merasakan dampak dari sanksi-sanksi itu," ujar Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O'Brien pada Minggu (10/11), dalam wawancara dengan CBS.

O'Brien bahkan mengatakan saat ini sanksi yang akan diberikan kepada Turki tengah digodok dan segera disahkan oleh Kongres.


Sementara itu, dalam cuitannya pekan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan akan bertemu pada Rabu (13/11) untuk membahas berbagai hal penting. Salah satu di antaranya adalah persoalan S-400.

"Tidak ada tempat di NATO untuk S-400. Tidak ada tempat di NATO untuk pembelian militer Rusia yang signifikan. Itu adalah pesan yang akan diberikan presiden kepadanya (Erdogan) dengan sangat jelas ketika dia di sini," kata O'Brien.

Sebagai salah satu anggota NATO, Turki terkena larangan untuk membeli senjata buatan Rusia. Terlebih, menurut Gedung Putih, S-400  dianggap jadi ancaman jet-jet tempur Lockheed Martin F-35 andalan AS.

Meski demikian, Turki tidak gentar dan tetap menerima pengiriman S-400 pertamanya dari Rusia pada Juli lalu. Alhasil, AS langsung membatalkan kontrak penjualan F-35 dengan Turki.

Saat ini, Turki sendiri belum mengaktifkan baterai S-400. Karena itu AS pun berharap Turki bisa menyingkirkan senjata tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya