Berita

Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh/Net

Politik

KONGRES NASDEM

Di Pleno Kongres II, Akar Rumput Inginkan Surya Paloh Jadi Capres 2024

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 19:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sempat diisukan mengusung sejumlah nama untuk Pilpres 2024, Partai Nasdem justru mengusulkan sosok dari internal untuk menjadi Calon Presiden 2024.

Sosok tersebut tak lain Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh. Ia diusulkan oleh 7 dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dalam rapat Pleno ke-empat.

"Ada 7 di antara DPW mengusulkan Pak Surya Paloh sebagai Calon Presiden 2024-2029," ujar Sekjen Nasdem, Johnny G Plate kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11).


Namun, kata dia, usulan tersebut masih ditampung dari empat rapat pleno penetapan tatib sidang, rapat pleno LPJ Ketum hingga DPP, rapat pleno pandangan umum dan usulan Caketum 34 DPW seluruh Indonesia, dan rapat pleno hasil penyerahan pandangan umum Majelis Tinggi.

"Selanjutnya pembicaraan akan berkembang di rapat komisi dan rapat pleno selanjutnya besok," kata Plate.

DPW yang menginginkan Surya Paloh menjadi Capres 2024 itu ditaranya DPW NTT, DPW NTB, DPW Jambi, DPW Gorontalo, DPW Banten. Nantinya, usulan tersebut akan ditampung dan menunggu persetujuan dari Ketum Surya Paloh.

"Kami juga belum bertanya kepada Pak Surya Paloh, apakah bersedia menjadi Calon Presiden? kami belum tahu," katanya.

Selain itu, kata Plate, pihaknya juga bakal memantau dinamika politik Tanah Air yang terus berkembang. Termasuk mempertimbangkan mekanisme konvensi partai dalam menjaring Capres nantinya.

"Mekanisme pencalonan presiden juga ada beberapa modelnya, termasuk bottom up. Bisa saja memilih model Konvensi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kami menunggu perubahan perkembangan dan dinamisnya politik Indonesia setelah 2019," demikian Plate.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya