Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Resmi, AS Beritahu PBB Soal Penarikan Diri Dari Perjanjian Iklim Paris

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 06:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat resmi memberitahu PBB soal keputusan menarik diri dari kesepakatan iklim PBB pada Senin (4/11).

Keputusan itu diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump meski banyak penentangan dan bukti yang meningkat tentang kenyataan akan dampak perubahan iklim.

Dengan pemberitahuan itu, Amerika Serikat akan keluar dari perjanjian yang dinegosiasikan oleh pendahulu Trump, Barack Obama dalam satu tahun, tepatnya pada 4 November 2020.


Pengumuman itu sendiri disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Dia mengulangi pernyataan Trump pada tahun 2017 dengan mengatakan bahwa perjanjian itu memberlakukan beban ekonomi yang tidak adil terhadap Amerika Serikat.

"Pendekatan Amerika Serikat menggabungkan realitas campuran energi global dan menggunakan semua sumber energi dan teknologi secara bersih dan efisien, termasuk bahan bakar fosil, energi nuklir, dan energi terbarukan," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus menawarkan model yang realistis dan pragmatis dalam negosiasi global.

Langkah itu ditentang oleh banyak pihak, salah satunya adalah kubu Demokrat. Politisi Demokrat dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Robert Menendez, mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah menutup mata terhadap fakta dan lebih jauh mempolitisasi tantangan lingkungan terbesar dunia.

"Keputusan ini akan turun sebagai salah satu contoh terburuk dari pengunduran diri Presiden Trump yang disengaja atas kepemimpinan Amerika Serikay dan konsesi kekuasaan atas ekonomi global ke China, India dan lainnya," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Channel News Asia.

Kesepakatan Paris sendiri diketahui menetapkan tujuan membatasi kenaikan suhu menjadi dalam dua derajat celcius dari tingkat pra-industri. Langkah ini sangat penting untuk memeriksa kerusakan terburuk dari pemanasan global seperti meningkatnya kekeringan, banjir dan badai yang intensif.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya