Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Rumah Kita

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 04:57 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KAGET-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata di olahraga.

Penyelenggaraan Asian Games tahun lalu dinilai sukses. Di Jakarta dan Palembang itu. Saat itu saya sedang di Tiongkok. Agak lama, mereka membicarakannya dengan nada positif.

Presiden Jokowi juga berhasil membuldozer PSSI. Dengan cara yang tidak lazim. Kemelut di PSSI, melebihi keruwetan kurikulum bisa di-bypass. Aman pula.


Kompetisi relatif lancar pun di tahun Pemilu. Pun di bulan puasa. Pemilu dan sepak bola bisa beriringan. Di bulan Ramadan sepak bola tidak lagi harus ikut puasa. Ada jalan kompromi: pertandingannya malam hari.

Saya ikut optimistis: Piala Dunia tahun 2021 akan sukses. Keberhasilan Asian Games memberikan kepercayaan diri yang luas. Di dunia olahraga.

Sudah 30 tahun Piala Dunia U-20 tidak di Asia Tenggara. Waktu Malaysia jadi tuan rumah, itu tahun 1997, 34 tahun dihitung di tahun 2021 nanti.

Saya tidak ingat apa-apa tentang Piala Dunia di Malaysia itu. Saat itu perhatian saya fokus menyelamatkan perusahaan. Indonesia lagi gawat-gawatnya diterjang krisis moneter.

Waktu itu saya bertekad: perusahaan sudah harus keluar dari krisis ketika yang lain baru merasakan krisis. Sense of crisis datang lebih cepat di benak saya.

Bahkan saya tidak ingat kalau di Malaysia ada Piala Dunia. Saya pun tidak tahu apakah tim Malaysia bisa lolos dari babak awal.

Waktu itu kita memang sangat membicarakan Malaysia. Tapi bukan Piala Dunianya. Melainkan kehebatan Perdana Menteri (waktu itu) Dr Mahathir Mohamad. Yang menolak IMF. Yang berhasil menjaga nilai tukar mata uang Ringgit. Saat itulah Mahathir memecat Wakil Perdana Menterinya yang masih sangat muda: Dr Datuk Anwar Ibrahim. Yang lebih pro IMF.

Apakah tim nasional kita bisa lebih baik dari tim Malaysia saat itu? Sebagai tuan rumah tim kita tidak perlu lolos seleksi. Bisa  otomatis masuk putaran final.

Mestinya kita sudah punya modal lumayan. Di Piala AFF barusan tim nasional junior kita juara. Usia mereka kini 17 tahun. Masih di bawah umur 20 di tahun 2021 nanti.

Secara tim kita sudah punya kerangka. Waktu 2 tahun cukup untuk mematangkannya. Dalam sejarah Piala Dunia U-20 (atau lebih dikenal sebagai Youth FIFA World Cup) kemampuan tim lebih merata. Tidak terlalu didominasi Eropa. Atau Amerika Latin.

Selama 22 kali Piala Dunia U-20 hanya Argentina yang sampai enam kali jadi juara. Negara seperti Inggris dan Jerman baru sekali jadi juara.

Dari segi stadion kita lebih dari mampu. Hanya enam stadion yang dibutuhkan. Dari 10 stadion yang diajukan. Daerah-daerah seperti berlomba. Agar stadionnya bisa dipakai. Sampai ada yang sewot. Masa kota terbesar kedua di Indonesia kalah terus dengan misalnya Palembang.

Wali kota Surabaya kelihatannya lagi perang dingin dengan Gubernur Jatim Khofifah. Gara-gara stadion Gelora Bung Tomo. Yang mungkin tidak layak dipilih.

Siapa pun tahu. Stadion itu terlalu dekat dengan gunung sampah. Yang parfumnya bisa masuk sampai stadion. Sampai lengket di baju. Terbawa sampai di rumah.

Jubir walikota menjelaskan: bau itu bisa diatasi dengan kimia. Setiap ada pertandingan bisa diberi penangkal itu. Juga bisa ditutupi terpal yang maha luas.

Tentu tidak hanya soal bau. Akses ke stadion itu masih belum ”kelas dunia”. Bahkan belum kelas apa pun di bawahnya.

Akses itu memang bisa dikebut dalam dua tahun. Hutan buatan juga bisa dibuat di sekitar gunung sampah. Tidak. Hanya baunya yang diusir. Kebusukan fisiknya juga harus dicover dengan keindahan.

Mungkin tidak usah bertengkar. Toh tim FIFA yang berhak memilih. Serahkan saja sepenuhnya pada mereka. Yang penting Piala Dunia akhirnya datang ke rumah kita. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya