Berita

Ubaidillah Amin Moch/RMOL

Politik

Menag Fachrul Razi Disarankan Silaturahmi Ke Ormas Dan Tokoh Agama

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 23:52 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Setelah Presiden Joko Widodo resmi memilih Jenderal (Purn) Fachrul Razi menjadi  Menteri Agama (Menag), publik dihebohkan oleh manuver soal rencana larangan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah.

Secara khusus, Jokowi memang memberikan tugas kepada Menag untuk memberantas radikalisme, namun demikian Fachrul Razi dinilai perlu melakukan kajian lebih dalam terkait radikalisme.

Intelektual muda NU, Ubaidillah Amin Moch mengapresiasi tugas dari Jokowi untuk memberantas paham radikal. Terlebih dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, untuk pertama kalinya Menag dijabat lagi oleh seorang Jenderal TNI.


Namun demikian, Ubaidillah menyarankan Fachrul Razi segera melakukan konsolidasi dengan bersilaturahim ke tokoh agama dan masyarakat. Tujuannya, agar Mantan Wakil Panglima TNI era Presiden Gus Dur itu mampu merangkul berbagai agama dan ormas keagamaan di Indonesia.

"Saya kira itu bagus. Mencoba out of the box. Di Indoensia sebagian masyarakat pemeluknya muslim, apalagi bermacam-macam ormas keagamaan, sepatutnya bisa merangkul dan mengayomi berbagai agama dan ormas keagamaan," tutur Ubaidillah.

Konsolidasi itu, kata Ubaidillah, untuk membangun hubungan baik dengan berbagai lembaga keagamaaan, ormas dan lembaga dakwah lainnya.

Menurut Pengasuh Ponpes Annuriyah Jember ini, silaturahim penting dilakukan untuk menerima segala aspirasi dari berbagai kelompok keagamaan di Idnonesia.

"Ini sangat penting. Tokoh agama, tokoh adat, adalah sosok yang sangat dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat kita. Aspirasi dan masukan dari mereka adalah representasi aspirasi masyarakat secara umum," tambah Ubaid.

Selain itu, Ubaid juga menjelaskan bahwa corak beragama di Indonesia memiliki banyak paham sehingga pemangku kebijakan (Menag) harus rajin untuk mendengar segala aspirasi dari berbagai kalangan.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya