Berita

Ade Armando/Net

Publika

Dosen Gila Di Depok?

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 21:56 WIB | OLEH: SYAHGANDA NAINGGOLAN

ADE Armando, AA, dosen Fisip di Depok, kelihatannya sudah gila? Pada hari ini, seperti diberitakan media, dia mengakui mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan wajah Joker.

Wajah Joker ini adalah wajah yang memerankan dunia kejahatan, manusia gila, psikopat, anarkis dan tega membunuh ibunya sendiri. Wakil rakyat Jakarta untuk Dewan Perwakilan Daerah RI, Fahira Idris melaporkan AA ke polisi, karena AA dianggap menghina Gubernur Jakarta tersebut.

Mengapa AA dapat disebut dosen gila? Dia mungkin gila karena terobsesi pada manusia gila, Joker, yang hanya ada di dunia film hiburan, untuk disematkan pada sosok manusia di dunia nyata.


Selain terobsesi pada sosok dan peran gila itu, dia juga nenyematkan karakter orang gila dan jahat itu pada seorang Gubernur, yang pe-stempelannya dilakukan secara membabi buta.

John Hinkley, misalnya dulu, karena terinspirasi dari film "Taxi Driver" menembak Presiden Amerika, Ronald Reagan. Hinkley kemudian diketahui gila (mental illness).

Ade sendiri sering dilaporkan polisi karena menjadi orang utama dalam memproduksi "hate speech" beberapa tahun belakangan ini.

Namun, dalam penjelasannya ke masyarakat, Fahira Idris berharap Kapolri baru Jenderal Idham Azis yang menurut Fahira lebih relegius, dapat memproses secara hukum untuk "hate speech" AA terkait Anies ini. Pasalnya, selama ini terkesan polisi melindungi Ade.

Menurut Dr. Ahmad Yani, mantan tokoh komisi 3 DPR RI, dalam diskusi di Menteng Club sore tadi, yang siap ditunjuk untuk menjadi pengacara Anies Baswedan, Ade dapat dijerat pasal berlapis, seperti menyebarkan rasa kebencian dna permusuhan, menyebarkan kebohongan, fitnah dan pencemaran nama baik, makar terhadap pemerintahan Provinsi DKI, dll.

Dalam masyarakat akademis, khususnya dosen, verifikasi dan falsifikasi adalah instrumen objektif untuk menjelaskan suatu peristiwa atau observasi. Tuduhan yang disematkan pada Gubernur Anies, oleh Ade, terkait kacau balau anggaran di DKI.

Ade, yang merefer kebenciannya pada Anies dihubungkan dengan berbagai item satuan anggaran dalam budget APBD DKI.

Isu yang berkembang awalnya untuk seolah-olah Anies tidak becus pada perencanaan anggaran tersebut. Padahal isu ini berkembang dari DPRD-DKI, yang merupakan penanggung jawab bersama Pemda perihal APBD.

Anies memperlihatkan pada publik bagaimana kerusakan penyusunan anggaran ini adalah warisan Ahok atau sudah berlangsung di masa Ahok juga. Dan Anies saat ini justru ingin penyusunan anggaran transparan.

Seorang akademisi seharusnya melihat fenomena carut marut penganggaran pada level DKI Jakarta sebagai bahan observasi yang penting. Kemudian selanjutnya meningkatkan keingintahuan intelektual, apakah carut marut anggaran ini bersifat nasional? Dan semua lembaga?

Namun, Ade tidak tertarik dengan observasi. Tanpa verifikasi dan falsifikasi, Ade spontan menghakimi bahwa Anies adalah penjahat.

Padahal, sudah dua tahun ini memimpin, Anies mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Tak hanya itu, Anies juga mendapat tiga penghargaan, yakni pengendalian gratifikasi terbaik, penghargaan aplikasi pelayanan publik dan lampiran Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dari  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jadi, seorang "simple minded, closed minded", bukanlah sikap akademisi sejati. Apalagi jika membandingkan perolehan WTP dari BPK baru terjadi lagi di eda Anies.


Benarkah Ade Armando Gila?

Dari sisi dunia akademis seorang dosen umumnya dikaitkan dengan keinginan tahuan atas sebuah kebenaran. Jika ada seorang dosen yang kerjanya menyebarkan kebohongan dan fitnah, tentunya dosen tersebut diperkirakan sakit jiwa.

Jika dikaitkan dengan Ade, tentu kita lebih meyakini bahwa dia cenderung sudah gila, karena imajinasi yang diperoleh untuk kegilaannya itu berasal dari film horror, Joker, yang paling banyak dikecam dunia pendidikan.

Lalu, bagaimana Anies Baswedan menyikapi Ade Armando? Tentu sebagai Gubernur DKI yang waras, akan menjadi gila pula jika mengurusi orang gila. Karena Ade dosen di Depok, di luar juridiksi kekuasaan Anies, susah juga bagi Anies menawarkan Ade untuk berobat di Rumah Sakit Jiwa Grogol. Oleh karenanya, lebih baik buat Anies tidak menanggapi hal ini.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya