Berita

Ahok saat jadi Gubernur/Net

Nusantara

Gerindra Menduga Pengadaan Pemasangan e-Budgeting Era Ahok Sarat Korupsi

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 10:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sistim e-budgeting berkualitas rendah yang digunakan Pemprov DKI Jakarta hasil warisan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), diduga karena pengadaan sistim e-budgeting yang buruk, sehingga tidak bisa mendeteksi pos anggaran yang sarat dengan korupsi dan pagu anggaran yang mengada-ngada.

"Diduga keras saat pengadaan pembangunan sistim e-budgeting Pemprov DKI ada dugaan tindak pidana korupsi," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, Jumat (1/11).

Akibat sistim e-budgeting yang tidak mutu tersebut, sehingga penempatan anggaran yang dibuat-buat dengan tujuan untuk mencuri dana APBD DKI, seperti pengadaan lem merek Aica Aibon sebesar Rp 82 miliar dan pengadaan bolpoin senilai Rp 123 miliar.


"Akibat semua ini sekarang semua menyalahkan Gubernur DKI Anies Baswedan. Nah, Anies jadi ketiban sial akibat sistim e-budgeting yang buruk yang tidak bisa mengawasi sistim pengunaan anggaran yang clean and perform dari penyalahgunaan anggaran," ujar Arief.

Idealnya menurut Arief, sistim e-budgeting mempunyai sistim dan kualitas yang bermutu. Dengan demikian, penyalahgunaan pada sebuah wewenang yang ada pada sebuah jabatan, akan dapat diketahui oleh masyarakat dan auditor BPK.

"Begitu pemborosan terhadap anggaran juga akan akan dapat berkurang dikarenakan dengan adanya e-budgeting, maka setiap orang akan melihat apa saja yang berada di dalam e-budgeting dan masyarakat dapat memantau hal tersebut secara langsung," sebut Arief.

"Lah, ini masyarakat tidak bisa mengakses e-budgeting Pemprov DKI, jangan-jangan software dan hardware yang dipakai kelas jangkrik," sindirnya menambahkan.

Untuk itu, Arief mengungkapkan, tidak tepat menyalahkan Anies yang hanya sebagai second user.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya