Berita

Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Emil: Tanpa Kedekatan Ekonomi, Pemimpin Bakal Ketinggalan

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 05:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seorang pemimpin harus membawa perubahan bagi wilayah yang dipimpin. Mereka harus visioner dan mampu berinovasi di era Industri 4.0.

Begitu tegas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menjadi keynote speech pada Flagship Program: Economic Leadership for Regional Government Leaders Angkatan V-2019 di Gedung Candra, Kantor Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (31/10).

"Hari ini, tanpa kedekatan dengan teknologi, kita ketinggalan," ucapnya di acara yang dihadiri sejumlah bupati/walikota dan ketua DPRD dari berbagai penjuru Indonesia itu.


Emil menguraikan bahwa Jawa Barat terus berakselerasi dalam pembangunan dan bersentuhan inovasi digital.

Pemprov Jabar, kata Emil, juga terus berinovasi dalam pelayanan publik agar servis kepada masyarakat menjadi lebih baik.

Peningkatan pelayanan publik dengan sentuhan digital antara lain ada pada program Desa Digital, Sapa Warga, Open Data, Jabar Digital Service, hingga Jabar Sapu Bersih Hoaks.

"Melalui Jabar Digital Service, kami menggandeng milenial untuk bergabung ke dalam birokrasi demi melayani kebutuhan Pemprov Jabar dalam membuat aplikasi pemerintahan," katanya seperti diberitakan RMOL Jabar.

Di Desa Digital, Emil mengatakan, program ini telah mendongkrak kualitas hidup masyarakat desa melalui penyediaan infrastruktur dan inovasi digital termasuk di dalamnya E-Fishery, Fish Finder, dan Talesa (Pusat Digital Desa).

Untuk mengoptimalkan berbagai program unggulan tersebut, kata Emil, pihaknya mengusung kolaborasi dengan konsep Pentahelix ABCGM yakni Academic, Business, Community, Government, dan Media.

"Kolaborasi ini keikhlasan. Kita terbuka, mau berbagi, maka beban kita akan ringan," ujarnya.

Selain itu, dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, Jawa Barat menerapkan Dynamic Government 3.0 dengan merangkul berbagai pihak yang bersedia bersumbangsih dalam pembangunan.

"Siapa saja boleh mengurusi pembangunan daerah, tanpa harus dia seorang birokrat, maka lahirlah kolaborasi," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya