Berita

Politisi Demokrat, Taufiqurrahman/Net

Nusantara

Taufiqurrahman: PSI, Kalau Ada Bimtek Hadir Ya Biar Nggak Cuma Nyinyir

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 03:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta gencar mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Belakangan, mereka berkoar mengenai rancangan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2020.

Berbagai temuan mengenai kejanggalan anggaran dalam rancangan itu diumumkan ke publik. Salah satunya, dana Rp 82 miliar untuk pembelian lem aibon.

Namun demikian, mantan Ketua Fraksi Demokrat Di DPRD DKI Taufiqurrahman menilai kritik PSI kurang pas. Pasalnya, kritik disampaikan pada rancangan keuangan yang belum selesai.


“Ini baru bahas KUA-PPAS,” tegasnya dalam talkshow di TV One bertajuk, “Anggaran Siluman: Ujian Anies Baswedan”, Kamis (31/10).

Menurutnya, rancangan itu masih berjalan panjang. Sebab, Pemprov DKI harus melakukan penyisiran atas rancangan yang diajukan dinas-dinas, seperti yang tengah dilakukan Anies.

Setelah disempurnakan, rancangan dibawa ke DPRD dan diparipurnakan sebagai RAPBD. Selanjutnya, RAPBD akan dibahas ke komisi-komisi di DPRD.

“Kemudian hasil pembahasan dibawa ke Banggar. Jadi data dari PSI kurang lengkap,” sambungnya.

Dengan nada satire, Taufiq kemudian menyindir para politisi PSI yang ada di DPRD DKI untuk belajar banyak mengenai mekanisme anggaran di Pemprov DKI.

“Kalau ada Bimtek DPRD rajin hadir yah. Kalau perlu sewa konsultan buat ngisi kepala kalian. Biar paham mekanisme, supaya isinya nggak cuma mau nyerang dan terlihat nyinyir,” tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya