Berita

Petinggi Nasdem-PKS foto bersama usai pertemuan/RMOL

Politik

Tidak Puas Dengan Kabinet, Surya Paloh Sowan Ke PKS Siapkan Formasi Oposisi

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 08:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kedatangan Surya Paloh beserta rombongan petinggi partainya ke Kantor DPP PKS, Rabu (30/10) kemarin bukanlah silaturahmi politik biasa. Ada kepentingan politik strategis yang dibahas oleh Nasdem-PKS terkait dengan peta koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago melihat Surya Paloh ingin menunjukkan kepada publik bahwa partainya siap bersama PKS menjadi partai oposisi.

"Pertemuan itu sangat serius bukan pertemuan biasa, bisa jadi bahas strategi parpol kedepan untuk mengatur formasi baru. Bagaimana awalnya dari partai koalisi menjadi partai oposisi Jokowi. Kalau dari sinyal pertemuan yang begitu mesra dan meyakinkan begitu," kata Pangi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (31/10).


Selain itu, Pangi melihat sowannya petinggi Nasdem ke Kantor PKS juga merupakan cara Surya paloh menunjukkan ke Jokowi dan koalisinya bahwa dirinya tidak puas atas hasil formasi Kabinet Indonesia Maju yang dilantik pada pekan lalu.

"Arahnya ke formasi oposisi, ini kan bentuk ketidakpuasan Surya Paloh ke Koalisi Jokowi," tandas Pangi.

Paska pengumuman Kabinet Indonesia Maju pada pekan lalu, pimpinan Partai Nasdem yang diketuai Surya Paloh sowan ke petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (30/10).
 
Dalam Kabinet Indonesia Maju, Jokowi memilih 3 kader Partai Nasdem sebagai pembantunya. Tiga kader itu diantaranya, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Mentan Syahrul Yasin Limpo, dan Menkominfo Johnny G. Plate.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya