Berita

Muhammad Azkal Fikri/Net

Nusantara

Terkendala Ekonomi, Santri Yang Ramal Prabowo Jadi Menteri Jokowi Dapat Beasiswa Dari NU

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 13:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Seorang santri Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang beranam Muhammad Azkal Fikri (20) ramai jadi perbincangan warganet. Fikri menjadi viral lantaran dirinya dianggap mampu "meramal" Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri.

Ya, ramalan itu kini menjadi kenyataan. Prabowo telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju sejak 23 Oktober 2019.

Dua tahun sebelumnya, tepatnya Mei 2016, Fikri memang sempat menyebut nama Prabowo ketika Jokowi menanyakan nama-nama menteri Kabinet Indonesia Kerja. Momen itu terjadi saat Jokowi menghadiri peringatan Isra Miraj 1437 H di Pondok Pesantren API Tegalrejo.


Di balik viralnya video ramalan Fikri, terdapat kabar bahwa santri asal Pekalongan itu kini sudah putus belajar di Pesantren karena terkendala ekonomi. Ayah Fikri, Ali Murdi hanya kerja serabutan. Untuk membantu ekonomi keluarga, kini Fikri bekerja di tempat pembuatan kain tenun.

Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH. Muhammad Yusuf Chudlori, dalam sebuah tulisan yang diunggahnya di Facebook membenarkan bahwa sudah setahun ini Fikri pulang dan berhenti ngaji, dan persoalannya tidak semata-mata biaya di Pesantren. Akan tetapi, persoalan di rumah yang lebih menjadikan Fikri tidak bisa konsentrasi belajar di Pesantren.

"Kalau soal biaya, di Pesantren Tegalrejo ada 600-an anak yang kurang mampu, dan alhamdulillah Pesantren ada subsidi yang masih bisa menutup kebutuhan sehari-hari para santri, termasuk beli kitab dan lain-lain. Jadi Fikri kepengen pulang untuk bisa membantu ekonomi keluarga di Pekalongan," tulis Gus Yusuf sapaan akrabnya di aku medsosnya.

Mendengar kabar tersebut, Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU menghubungi pihak Pesantren dan Pengurus Cabang (PC) NU Care-LAZISNU Kota Pekalongan, untuk menyalurkan bantuan bagi Fikri dan keluarga.

"Setelah melihat berita dan tulisan Gus Yusuf di Facebook, kami langsung menghubungi pihak Pesantren dan berkoordinasi dengan NU Care-LAZISNU Pekalongan untuk bantu Fikri," kata Direktur PP NU Care-LAZISNU, Abdur Rouf, Selasa (29/10).

Senin sore, usai koordinasi PC NU Care-LAZISNU Kota Pekalongan langsung menuju kediaman Fikri di Desa Kuripan Lor Gang 23, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, untuk menyalurkan beasiswa untuk Fikri.

"Kita tahu, Fikri adalah santri yang tekun dan gigih untuk belajar di pondok, sekaligus membantu ekonomi keluarga. Namun, kita tentu ingin kendala ekonomi tidak menjadi halangan bagi Fikri untuk mondok," tutur Rouf dalam keterangnnya.

Dia menambahkan, bantuan berupa beasiswa untuk santri menjadi prioritas bagi NU Care-LAZISNU karena santri adalah generasi penerus bangsa.

"Beasiswa Santri Nusantara atau kami singkat Besantara, itu menjadi prioritas program kami, bagi santri berprestasi dan santri kurang mampu secara ekonomi. Karena santri adalah pejuang sekaligus penerus bangsa," demikian Abdur Rouf.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya