Berita

Menteri KKP Edhy Prabowo saat kunker ke TPI Muara Angke/RMOL

Politik

Edhy Prabowo: Tidak Ada Gunanya Saya Di KKP Kalau Nelayan Tidak Bisa Tersenyum

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 15:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke tempat pelelangan ikan (TPI), di Muara Angke, Jakarta Utara, sekaligus melakukan dialog dengan para Nelayan, Anak Buah Kapal (ABK) dan pengusaha disana.

Edhy datang pukul 14.00 WIB dengan menggunakan mobil dinas Kementerian  berplat RI 40. Dengan menggunakan kemeja berwarna putih, Edhy disambut para nelayan yang telah setia menunggunya.

Dalam sambutannya, Edhy menyampaikan pertemuan siang ini sebagai perkenalan mengingat dirinya belum genap seminggu sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pekan lalu.


"Secara jujur saya belum tahu banyak bisnis perikanan. Tapi semangat saya hadir untuk membela nasib bapak ibu. Saya ingin menjadi keluarga bapak ibu sekalian menjaga lautan," kata Edhy membuka sambutan, Senin (28/10).

Dalam sambutannya, Edhy berpesan kepada para hadirin yang hadir untuk tidak canggung menyampaikan keluh kesahnya selama ini.

"Bapak jangan lihat saya sebagai menterinya, tapi sebagai orang untuk mengadu. Tugas pertama yang diminta Pak Jokowi, memperbaiki komunikasi dengan para nelayan," jelas Edhy.

Komunikasi yang dimaksud Edhi bukan sekedar mengobrol lewat telepon atau surat menyurat tapi masalah sehari-hari yang tak kunjung kelar.

"Kepada Bapak-bapak silahkan datang ke Gambir (KKP),  Itu rumah Bapak-bapak sekalian. Saya hanya bertugas mengawasi sektor Kelautan dan perikanan," tuturnya.

Edhy menjelaskan, kalau nelayan punya masalah alat tangkap, itu jadi masalah dirinya juga. Edhy mengajak semua elemen untuk sama-sama cari jalan keluar.

"Bagaimana semangat Bapak Ibu dengan adanya saya di KKP bisa buat saudara tersenyum lagi. Kalau saya enggak bisa bikin Ibu Bapak tersenyum, tidak ada gunanya saya di KKP," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya