Berita

Sri Mulyani bakal kembali berutang untuk kurangi defisit negara/Net

Politik

Sri Mulyani Mau Ngutang Lagi, Pengamat: Ada Opsi Ngerem Belanja

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 11:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebutan "Ratu Utang" yang disematkan publik kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani rasanya memang hal yang wajar. Pasalnya, Sri Mulyani yang kembali menjabat Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju ini berencana akan kembali berutang.

Tentu ada alasan, kenapa Sri Mulyani melakukan Langkah ini. Dia berdalih Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mengalami defisit, sementara kebutuhan negara membengkak.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, defisit pasti akan melebar karena penerimaan pajak shortfall meningkat.


"Jadi pilihannya, either nambah utang or ngerem belanja," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/10).

"Sedangkan belanja sudah ada pakem dan tradisi penyerapannya, maka yang bisa dilakukan menaikkan angka defisit dan menambalnya dengan utang," sambungnya.

Yustinianus menjelaskan persoalan utang kalau suku bunganya rendah, sebetulnya menguntungkan. Selama penggunaannya memang positif.

"Tapi pemakaian utang belum produktif, yaitu menghasilkan devisa untuk bisa membayar utang itu. Siklus APBN memang gitu, ini sudah Oktober, nggak ada waktu lagi. Ditambah kabinet kita baru," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya