Berita

Wishnutama/Net

Politik

Bukan Kementerian Pariwara, Wishnutama Dan Angela Harus Wujudkan Kesejahteraan Lewat Pariwisata

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 06:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dengan jabatan strategis sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dituding akan lebih leluasa untuk mengembangkan kerajaaan bisnisnya di industri media.

Menanggapi hal tersebut, Generasi Optimis (GO) Indonesia melalui Ketua Bidang Kebudayaan, Mikhael Mestro mengatakan, kebijakan Presiden Joko Widodo yang selalu mengarustamakan pariwisata sebagai industri yang menjanjikan untuk bangsa sudah tepat dan baik.

Kendati demikian, Mikhael mengatakan pariwisata yang dimaksud sebaiknya bukan hanya tentang hospitality industry dan travel industry.


"Pariwisata yang dimaksud harusnya adalah yang mensejahterakan masyarakat dan kearifan lokal, serta menurunkan tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial. Bukan hanya sekadar kemasan layanan," ujar Mikhael kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/10).

Sejauh ini, pengelolaan pariwisata selama pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pariwisata selalu berfokus pada branding, advertising, dan selling.

Konsep-konsep seperti 10 Bali Baru, Digital Tourism, Nomadic Tourism, hingga Halal Tourism yang menjadi multi tafsir di masyarakat Indonesia, semua semata-mata ditujukan untuk mengikuti selera pasar dunia yang menjanjikan.

Penunjukan Angela Tanoesoedibjo sebagai wakil menteri pun seakan-akan memperkuat pandangan bahwa kemasan-kemasan pariwisata akan terus diprioritaskan untuk mendorong substansi selling pariwisata Indonesia.

Media tentu memiliki peran besar dalam memajukan promosi pariwisata karena event dan festival berkelas internasional akan menjadi konten dan kemasan menarik.

"Kecenderungan itulah yang membuat tuduhan bahwa Wishnutama dan Angela akan mengutamakan membesarkan kerajaan bisnisnya seakan memiliki dasar," terang Mikhael.

Oleh karena itu, GO Indonesia mengingatkan, sejatinya target pariwisata tidak hanya mengejar output-output angka kunjungan, melainkan outcome untuk menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Jadi apabila Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Menteri dan Wakil Menterinya dapat membuktikan bahwa program-program yang dijalankan tidak melulu soal pencitraan dan kemasan pastilah anggapan miring tadi akan terbantahkan dengan sendirinya.

"Sudah cukup lama Kementerian Pariwisata hanya berkutat dengan dogma Branding Advertising Selling yang berujung ke calendar of event yang semakin bejibun. Namun tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial belum secara langsung diberantas. Semoga Kemenpar adalah Kementerian Pariwisata, bukan Kementerian Pariwara," pungkas Mikhael.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya