Berita

Amien Rais/Net

Politik

Amien Rais Tidak Mau Buru-Buru Jewer Pemerintah

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 03:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kabinet Indonesia Maju baru saja dibentuk pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, sehingga menjadi tidak etis jika langsung dihujani kritik.

Atas alasan itu juga, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menahan diri. Dia ingin sportif dalam mengkritik Jokowi. Amien tidak ingin terburu-buru dan memberi waktu yang cukup bagi Jokowi-Maruf memberi bukti.

“Berikan dulu waktu untuk konsolidasi dan lain-lain. Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," katanya kepada wartawan usai menghadiri kajian di Karangkajen, Yogyakarta, Minggu malam (27/10).


Mantan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu memberi tenggat hingga 6 bulan hingga satu tahun. Jika dalam tenggat itu tidak ada janji-janji yang terealisasi, maka Amien tidak akan segan-segan untuk menjewer pemerintah.

“Kita buat perhitungan. Kalau jelas tidak bermutu, tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan, maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi supaya “dijewer” kalau sampai tidak “deliver”,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya