Berita

Pelantikan Wamen di Istana Negara/Net

Politik

Kursi Wamen Untuk Akomodir Politik Bagi-Bagi

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 12:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelantikan wakil menteri (Wamen) menunjukan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebenaranya.

Bukan tanpa alasan, menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi, adanya wament karena pertimbangan 'politik bagi-bagi'.

"Karena politik bagi-bagi. Ini untuk mengakomodasi pendukung politik dibanding upaya mengakselerasi kinerja kabinet," kata Ade Reza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/10).


"Membengkaknya jumlah wamen juga kontras dengan upaya reformasi birokrasi untuk memangkas dan efisiensi birokrasi," lanjutnya.

Selain itu menurut Ade Wamen juga berpotensi menimbulkan polarisasi politik dalam birokrasi jika tidak sinergi dengan para menterinya.  

Oleh karena itu, Ade menyatakan Presiden perlu melakukan konsolidasi kabinet secara intensif.

"Hal itu untuk memonitor sinergisitas antar menteri dan wamen serta dengan birokrasi yang dipimpinnya, " pungkasnya

Sebelumnya Presiden Joko Widodo resmi melantik 12 nama wakil Menteri yang bergabung di Kabinet Indonesia Maju.  Wamen ini digadang-gadang bisa membantu pekerjaan menteri.

Berikut daftar 12 Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju:

  1. Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar
  2. Wakil Menteri Pertahanan: Wahyu Sakti Trenggono
  3. Wakil Menteri: Zainut Tauhid Sa'adi.
  4. Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara
  5. Wakil Menteri Perdagangan: Jerry Sambuaga
  6. Wakil Menteri PUPR: John Wempi Wetipo
  7. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Alue Dohong
  8. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Budi Arie Setiadi
  9. Wakil Menteri Agraria & Tata Ruang/BPN: Surya Tjandra
  10. Wakil Menteri BUMN: Budi Gunadi Sadikin
  11. Wakil Menteri BUMN: Kartika Wirjoatmodjo
  12. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya