Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat untuk waspada dampak cuaca ekstrem di masa Pancaroba.
Kepala Data dan Informasi BMKG Rasmid menjelaskan, saat ini terdapat perbedaan tekanan udara cukup signifikan, antara wilayah Bumi Belahan Selatan (BBS) dan Utara (BBU).
"Karena perbedaan tersebut menyebabkan terbentuknya lintasan arus kecepatan angin yang begitu kencang dalam jalur sempit di atmosfer," ungkap Rasmid kepada wartawan, Sabtu (26/10).
Menurut Rasmid, sejumlah wilayah di Jawa Barat sudah memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada Oktober ini. Di masa peralihan ini rentan terjadi cuaca ekstrem.
"Cuaca ekstrem itu di antaranya angin kencang. Terpantau kini terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jabar, termasuk di Kabupaten Bandung," terang Rasmid kepada
Kantor Berita RMOLJabar."Makanya (semua elemen masyarakat) tetap waspada dan selalu siaga menghadapi fenomena alam ini. Karena Jawa Barat kini memasuki masa peralihan musim," tutupnya.
Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar
Sabtu, 19 September 2026 | 05:09
Ketika Politik Uang Dianggap Wajar
Sabtu, 19 September 2026 | 04:45
Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics
Sabtu, 19 September 2026 | 04:16
Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat
Sabtu, 19 September 2026 | 03:45
Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal
Sabtu, 19 September 2026 | 03:13
Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai
Sabtu, 19 September 2026 | 02:45
Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik
Sabtu, 19 September 2026 | 02:17
Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor
Sabtu, 19 September 2026 | 01:50
Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap
Sabtu, 19 September 2026 | 01:26
Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron
Sabtu, 19 September 2026 | 01:02
Selengkapnya