Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat untuk waspada dampak cuaca ekstrem di masa Pancaroba.
Kepala Data dan Informasi BMKG Rasmid menjelaskan, saat ini terdapat perbedaan tekanan udara cukup signifikan, antara wilayah Bumi Belahan Selatan (BBS) dan Utara (BBU).
"Karena perbedaan tersebut menyebabkan terbentuknya lintasan arus kecepatan angin yang begitu kencang dalam jalur sempit di atmosfer," ungkap Rasmid kepada wartawan, Sabtu (26/10).
Menurut Rasmid, sejumlah wilayah di Jawa Barat sudah memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada Oktober ini. Di masa peralihan ini rentan terjadi cuaca ekstrem.
"Cuaca ekstrem itu di antaranya angin kencang. Terpantau kini terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jabar, termasuk di Kabupaten Bandung," terang Rasmid kepada
Kantor Berita RMOLJabar."Makanya (semua elemen masyarakat) tetap waspada dan selalu siaga menghadapi fenomena alam ini. Karena Jawa Barat kini memasuki masa peralihan musim," tutupnya.
Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari
Jumat, 10 April 2026 | 02:02
HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global
Jumat, 10 April 2026 | 01:26
Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah
Jumat, 10 April 2026 | 01:19
Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM
Jumat, 10 April 2026 | 01:04
Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak
Jumat, 10 April 2026 | 00:31
Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment
Jumat, 10 April 2026 | 00:18
Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu
Jumat, 10 April 2026 | 00:05
Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada
Kamis, 09 April 2026 | 23:41
Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru
Kamis, 09 April 2026 | 23:24
MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta
Kamis, 09 April 2026 | 23:03
Selengkapnya