Berita

Idham Azis/Net

Presisi

Bertangan Dingin, Calon Kapolri Dari Batalion Atmani Wedana

JUMAT, 25 OKTOBER 2019 | 19:52 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Publik Indonesia dikejutkan dengan diusulkannya oleh Presiden Joko Widodo kepada DPR RI nama Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis menjadi calon tunggal Kapolri.

Siapakah Idham Azis?

Seorang wartawan senior, Edison Siahaan, yang sudah bersahabat dengan Idham Azis selama puluhan tahun menuturkan kesan-kesannya mengenai sosok calon Kapolri ini.


Menurut Edison Siahaan, saat melaksanakan tugas, sikap Idham sangat tegas, cepat dan tidak suka bertele-tele, sehingga membuatnya sepintas terlihat layaknya sosok yang keras.

Tetapi anggapan itu sontak sirna bila sudah bertemu dan berbincang akrab dengan Idham.

Meskipun cerdas, Idham tidak pernah mau menggurui, low profile, santai dan murah senyum, humoris serta sangat menghormati orang lain.

Idham piawai melontarkan pantun dan selalu ingat nama sahabat-sahabat lamanya. Welcome dan terbuka menerima saran, tidak elergi apalagi marah meskipun mendapat kritik pedas dan keras.

Selalu memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk menjelaskan keberhasilan yang diraih. Kendati, selalu mendapat kepercayaan untuk ikut dan sukses melaksanakan tugas sangat penting. Idham justru tidak memiliki catatan tentang segudang prestasi yang diraihnya.

Itulah potret pria berpangkat bintang tiga di pundak, Komjen Idham Azis, yang lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Januari 1963 silam.

Idham Azis, lulusan Akpol 1988 atau anggota Batalion Atmani Wedana berhasil mengukir prestasi gemilang, hingga Presiden Jokowi menunjuknya menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian, pada 22 Oktober 2019 lalu.

Memiliki keahlian di bidang reserse membuatnya selalu dipercaya dan dilibatkan menangani beragam kejahatan seperti kasus Bom Bali dan mutilasi tiga siswi Kristen Poso (2005), operasi anti teror Poso (2005-2007), operasi Camar Maleo (2014-2016) dan operasi Tinombala (2016).

Bahkan terlibat langsung dalam baku tembak dengan gembong teroris DR Azhari di Batu Malang, Jawa Timur.

Kemudian penangkapan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan tampil sebagai sosok penting penanganan aksi brutal dan berdarah kelompok teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa dua, Depok.

Tetapi, segudang prestasi dan memegang sejumlah posisi penting di institusi Polri, tak merubah sikapnya yang selalu ramah dan humoris.

Bahkan, setelah melepas jabatan Kapolda Metro Jaya dan menjabat Kabareskrim Polri dengan pangkat Komjen sejak 22 Januari 2019, Idham tetap tampil low profile.

Hingga kemudian, Idham Azis, lulusan Akpol 1988 atau batalion Atmani Wedana (AW), telah memenuhi syarat administrasi maupun kepangkatan dan prestasi untuk menjadi orang nomor satu di jajaran Polri.

Atas pertimbangan itulah, Presiden Jokowi menunjuk Idham Azis menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang sudah dilantik menjadi Mendagri.

Dijadwalkan, Idham Azis akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI, pada pekan depan.

Selain memiliki jaringan luas ke berbagai kelompok masyarakat, Idham Azis disebut bertangan dingin lantaran piawai mengendalikan Kamtibmas tetap kondusif.

Sehingga proses pencalonan Idham Azis mendapat dukungan berbagai pihak maupun internal Polri. Bahkan wakil ketua DPR RI, Azis Syamsuddin meyakini Komjen Idham Azis dalam waktu dekat segera dilantik sebagai Kapolri.

Kompetensi dan pengalaman yang panjang penuh prestasi serta selalu mengayomi anggotanya, menjadi nilai plus yang dimiliki  Idham Azis. Sehingga  Idham Azis adalah sosok yang tepat untuk mengantikan Tito Karnavian.

Publik juga memberikan apresiasi atas ditunjuknya Komjen Idham Azis untuk menggantikan Jenderal Tito Karnavian.

Diharapkan proses fit and proper test oleh Komisi III DPR RI berlangsung dengan baik.

Sehingga pada awal November 2019, Idham Azis diharapkan sudah dilantik dan resmi menjadi Kapolri atau biasa disebut Tribrata satu (TB1), disusul kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Jenderal.

Idham Azis diharapkan melaksanakan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan dengan baik.

Berbagai pihak menilai, Idham Azis sukses memimpin Polri menjalankan peran dan fungsinya memilihara Kamtibmas di wilayah rumah besar bernama Indonesia.

Idham Azis juga diminta memastikan seluruh jajarannya dapat memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat sekaligus melakukan penegakan hukum untuk memberikan kepastian, keadilan dan kemanfaatan.

Ekspektasi publik, Idham Azis sukses memimpin Polri yang Promoter untuk memelihara Kamtibmas di seluruh wilayah rumah besar yaitu Indonesia.

Serta membawa Polri sebagai aparat penegak hukum yang humanis. Publik juga berharap, Idham Azis tetap low profile,  penuh perhatian dan jangan lupa melontarkan joke (guyonan) pendulang tawa.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya