Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Periode Kedua, Jokowi Diminta Serius Garap Bisnis Ekonomi Digital

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 22:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jokowi resmi melantik menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10). Penamaan kabinet periode kedua kepemimpinan Jokowi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kedepan, khususnya dunia ekonomi digital.

Founder Enterpreneur Muda Indonesia, Mukhtar Ansori Attijani menyatakan, pemerintahan Jokowi harus menyiapkan pembangunan ekonomi digital. Tujuannya, untuk mememasarkan produk lokal ke pangsa pasar dunia.

Kata Muhktar, hasil riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek menyebutkan bahwa potensi pasar online di Asia tenggara di tahun 2025 mencapai 200 miliar Dolar AS atau setara Rp 2.647 triliun.


"Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa ini, munculnya era digitalisasi ekonomi membuat persaingan ekonomi semakin ketat. Produk lokal Indonesia di seluruh pelosok negeri ini suka tidak suka harus mampu bersaing di tingkat global," urai Mukhtar, Kamis (24/10).

Mukhtar mengingatkan, Jokowi harus melakukan konsolidasi di kementerian di bidang ekonomi untuk meningkatkan nilai bisnis ekonomi digital Indonesia. Apalagi sejauh ini pengguna internet di Indonesia sebanyak 140 juta lebih orang.

"Pemerintah harus hadir ditengah masyarakat dengan memberikan pendampingan khusus kepada pelaku usaha di Indonesia mulai dari kelas bawah hingga menengah. Pasar online menjadi solusi memudahkan dan memperkenalkan produk kreatif anak bangsa,"pungkasnya.

Pria yang juga Sekjen Pergerakan Masyarakat Milenial ini menjelaskan, pada periode lalu pemerintah menghadirkan program Gerakan Nasional 1000 startup digital. Harapannya pada periode kedua Jokowi pelaku usaha dunia digital harus dikembangkan secara massif.

"Periode sekarang bisa ditambah menjadi 1 juta bahkan 10 juta startup digital untuk mendukung pelaku usaha ekonomi kreatif dan ekonomi digital bagi para pemula," tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya