Calon Tunggal Kapolri Komjen Idham Azis/Net
Nama Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis resmi diajukan ke Komisi III DPR RI sebagai calon tunggal Kapolri. Idham rencananya akan menggantikan posisi Tito Karnavian.
Idham merupakan salah satu perwira tinggi (Pati) Polri yang mempunyai segudang prestasi, berbagai jabatan di Korps Bahayangkara pun pernah ditempati hingga ke kursi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Selain karirnya cemerlang, Idham juga sering dilibatkan dalam tim satuan tugas (Satgas) untuk mengungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik. Dilibatkanya Idham bukan tanpa sebab, pasalnya Jenderal kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara itu punya latar belakang sebagai reserse dan anti-teror yang mumpuni.
Dari catatan
Kantor Berita Politik RMOL, pada Desember 2001, Idham jadi anggota Tim Kobra yang berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tomi Soeharto. Tim kecil itu dipimpin langsung oleh Tito Karnavian yang saat itu masih berpangkat Kompol. Saat itu, Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.
Selain itu, Idham juga ikut menumpas otak bom Bali dokter Azhari di Batu, Malang pada 9 November 2005. Saat itu, Idham menjabat Kepala Unit (Kanit) Riksa Subden Investigasi Densus Polri.
Sukses menggulung dokter Azhari, duet maut Idham dan Tito mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu Jenderal Sutanto. Selain keduanya, ada juga tim lain di antaranya Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel.
Usai berhasil melumpuhkan otak bom Bali Dr Azhari, Idham kembali mendampingi Tito terbang ke Poso, Sulawesi Tengah untuk menuntaskan kasus mutilasi tiga gadis Kristen. Selanjutnya, Idham juga ikut menumpaskan dua teroris kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Saat itu, Idham menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.
Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Idham berhasil mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada 9 Januari 2010.
Tak berhenti di situ saja, Idham kemudian menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Di dalam kendalinya, penyidik Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penyeludupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan satu ton sabu-sabu 1 ton dari Taiwan di Anyer, Banten.
Kemudian, Idham terlibat juga dalam operasi camar maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada awal tahun 2015.
Sebelum jadi Kabareskrim, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 itu berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban saat Jakarta sebagai tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.