Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Jalan Berbayar Di Jakarta

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 09:06 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar di Jakarta, akan diterapkan di 25 ruas jalan ganjil-genap pada 2021 mendatang.

Masih Dikaji

Saat ini, pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mengkaji aturan pembatasan kendaraan tersebut sesuai arahan Kejaksaan Agung. Pemprov DKI sebenarnya sudah melelang proyek ERP pada 2019 ini. Namun, lelang itu dibatalkan untuk mengikuti pendapat hukum Kejaksaan Agung.

Kejaksaan Agung meminta lelang proyek ERP diulang. Sebab, ada hal prinsip yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, kajian akan kembali dimulai awal 2020 dan diharapkan di triwulan 1 kajian tersebut sudah selesai.

Kejaksaan Agung meminta lelang proyek ERP diulang. Sebab, ada hal prinsip yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, kajian akan kembali dimulai awal 2020 dan diharapkan di triwulan 1 kajian tersebut sudah selesai.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo menyatakan, saat ini sedang persiapan menuju lelang pelaksana proyek ERP. Sampai hari ini ada beberapa poin dalam kebijakan yang harus dikaji karena memerlukan penyesuaian.

Harapan
Sebagai warga pengguna jalan, saya sangat menghargai upaya Pemprov DKI Jakarta menanggulangi kemacetan lalu lintas di Ibukota Republik Indonesia. Sudah terbukti, sistem ganjil-genap pada ruas jalan tertentu bukan sistem yang tetap untuk menanggulangi kemacetan lalu-lintas.

Karena hanya memindah kemacetan dari kawasan yang satu ke kawasan lainnya, namun masih tetap di dalam wilayah DKI Jakarta.

Demikian pula polusi udara akibat gas knalpot mobil berenerji migas cuma pindah lokasi saja, sambil masih tetap berada di dalam wilayah DKI Jakarta.

Kesenjangan sosial juga makin nyata melebar akibat mereka yang berduit mampu memberi mobil baru dengan nomor plat berakhiran ganjil atau genap yang tidak sama dengan mobil (-mobil) yang sudah dimiliki. Yang berpanen-ria malah para produsen dan penjual mobil.

Lain Padang Lain Belalang
Maka rencana kebijakan ERP seperti yang sudah diterapkan di Singapura dapat diharapkan membuahkan hasil lebih baik ketimbang kebijakan ganjil-genap yang terkesan lebih cenderung ganjil ketimbang genap.

Memang akibat lain-padang-lain-belalang belum dapat diketahui bagaimana dampak ERP di Jakarta. Namun minimal dapat diharapkan kebijakan ERP (asal tidak dikorupsi) bisa memberi masukan dana cukup besar dari para pengguna jalan di Jakarta yang InsyaAllah dapat didayagunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan di ibukota negara kita tercinta yang tersohor paling macet di dunia ini. MERDEKA!

Penulis adalah warga yang mendambakan jalan tidak macet.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya