Berita

Untuk kelima kalinya Indonesia terpilih sebagai salah satu anggota Dewan HAM PBB/Dok Kemlu

Dunia

Dapat Suara Terbanyak, Indonesia Kembali Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 09:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia kembali membuktikan perannya di dunia internasional. Setelah berhasil menjadi anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020, kali ini Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk kelima kalinya.

Tak hanya terpilih untuk kelima kalinya, Indonesia pun mendapatkan suara terbanyak di Asia Pasifik. Total, Indonesia berhasi meraih 174 suara dari 193 negara anggota PBB dalam pemilihan yang berlangsung selama Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York pada 17 Oktober lalu.

"Indonesia kembali mendapat kepercayaan komunitas internasional untuk menjadi anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022," tegas Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Dian Triansyah Djani seperti dilansir laman resmi Kemlu, Kamis (17/10).


Melenggangnya Indonesia ke Dewan HAM PBB ini membuktikan keberhasilan diplomasi Indonesia. Karena bagi Indonesia, pencapaian ini adalah bentuk penegasan komitmen terhadap penerapan norma HAM. Tidak hanya di tingkat nasional dan regional, namun juga global.

Selama masa kampanye, Indonesia sendiri mengusung tagline "A True Partner for Democracy, Development and Social Justice".

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga terpilih sebagai anggota Dewan HAM PBB. Seperti Libia, Venezuela, Sudan, Mauritania, Nambia, Jepang, Korea Selatan, Irak, Kepulauan Marshall, Armenia, Polandia, Brasil, Jerman, dan Belanda.

"Jelas sekali, masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi dan toleransi sebagai aset untuk berperan aktif di Dewan HAM PBB," lanjut Dirjen Kerjasama Multilateral, Febrian Ruddyard.

Pihak Kemlu mengaku, Indonesia akan berkomitmen secara penuh tidak hanya di Dewan HAM PBB, namun juga DK PBB hingga keanggotaan Indonesia habis pada tahun depan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya