Berita

Aksi mahasiswa di Patung Kuda/Net

Politik

Tuntut Perppu KPK, Sekelompok Mahasiswa Nekat Aksi Di Patung Kuda

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 16:39 WIB | LAPORAN: AMAL TAUFIK

Sekelompok mahasiswa menggelar aksi di area Patung Arjuna Wiwaha atau yang dikenal Patung Kuda, silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusar, Kamis (17/10).

Mereka menamakan diri sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) se-Jabodetabek-Banten. Aksi digelar untu mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu KPK, sebab UU KPK telah resmi berlaku pada hari ini.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita Politik RMOL, rombongan pertama yang hadir dalam aksi ini berasal dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Dengan memakai almamater hijau dan banner bertulis “Rawamangun Bergerak” mereka berorasi di depan patung kuda.


Selanjutnya, mahasiswa dari universtas lain ikut bergabung, seperti Universitas Yarsi dan IPB.

Peserta aksi sempat menyerahkan poster gambar tikus dan KPK ke polisi. Gambar itu merupakan tanda kekecewaan mahasiswa kepada rezim yang justru melemahkan KPK.

UU KPK hasil revisi DPR resmi berlaku hari ini atau 30 hari setelah disahkan, sekalipun belum diteken Presiden Joko Widodo.

Aksi ini terbilang nekat, sebab Polri sudah mengeluarkan diskresi tidak mengizinkan aksi hingga hari pelantikan Joko Widodo-Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober nanti.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya