Berita

Jokowi jangan mudah dipengaruhi pihak yang ingin adanya Perppu KPK/Net

Politik

Jokowi Harus Tetap Yakin Pada Revisi UU KPK

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 23:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo jangan mau terjebak dalam polemik pro dan kontra revisi UU KPK yang telah disahkan DPR. Mantan Walikota Solo itu harus berpegang pada keyakinan awalnya.

Pengamat politik hukum, Bambang Saputra menguraikan bahwa Jokowi sudah memiliki keyakinan revisi UU KPK bisa menjadi solusi pemberantasan korupsi di negeri ini.

Keyakinan itu bisa dilihat dengan penunjukan Menteri Hukum dan HAM yang kala itu dijabat Yasonna Laoly dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin untuk membahas RUU KPK bersama DPR.


“Akhirnya disahkan menjadi UU. Artinya Jokowi sudah berkeyakinan UU KPK itu dapat menyelesaikan persoalan-persoalan korupsi di negeri ini,” ujar ketua Dewan Pakar Lembaga Aspirasi dan Analisis Strategis (LANDAS) Indonesiaku itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/10).

Untuk itu, Jokowi tidak boleh ragu dengan keyakinan awalnya. Dia juga tidak boleh lemah dalam melawan tekanan sekelompok orang yang menginginkan penerbitan Perppu KPK.

Penerbitan perppu, kata Bambang, justru membuat wibawa pemerintah menjadi turun. Sebab, pemerintah tidak lagi konsisten dan komitmen dengan apa yang sudah diucapkan ke publik.

“Seperti pepatah “pagi kacang, sore tempe”, yang berarti bahwa presiden tidak konsisten dalam mengambil kebijakan,” pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya