Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pemerintah Bisa Dianggap Tidak Serius Bekerja Andai Terbitkan Perppu KPK

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 18:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Banyak pihak mendesak agar Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu untuk meralat hasil revisi UU KPK yang telah disahkan DPR.

Namun demikian, pengama politik dari Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah mewanti-wanti Jokowi untuk menimbang syarat utama penerbitan Perppu, yaitu mengenai kegentingan memaksa.

Sebab sejauh ini, Iskandarsyah mengaku belum melihat ada sebuah kegentingan yang memaksa Perppu KPK haru terbit.


"Perppu tidak ada urgensinya hari ini," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (12/10).

Selain itu, Jokowi juga harus mempertimbangkan mengenai wibawa pemerintah. Pasalnya, revisi UU KPK telah melalui pembahasan DPR dan pemerintah sebelum disahkan.

Menurutnya, Perppu akan membuat anggapan baru di benak publik bahwa pemerintah tidak serius dalam bekerja membuat UU.

“Jadi kelihatan betul RUU KPK itu dikeluarkan tanpa perhitungan politik yang matang, ketika di luar mendapat tekanan publik yang begitu keras mereka kemudian berpikir ulang,” tegasnya.

Meski begitu, Iskandar tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Joko Widodo. Ini mengingat Perppu merupakan bagian dari kewenangan presiden.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya