Berita

Dunia

Di Tengah Pemakzulan, Trump Dorong Peningkatan Dagang AS Dan China

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 13:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah upaya impeachment atau pemakzulan terhadap dirinya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin mendorong kesepakatan dagang antara AS dan China.

Jumat (11/10) seperti dimuat oleh Channel News Asia, Trump mengklaim telah mencetak kemenangan besar dalam kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China yang dilakukan baru-baru ini.

Trump mengungkapkan, dalam kesepakatan itu, AS dan China telah menyepakati beberapa hal seperti meningkatkan pembelian produk pertanian AS hingga 50 miliar dolar AS atau Rp 706 triliun (kurs: Rp 14.133/dolar AS), jauh lebih besar dari 2017 dengan nilai 20 miliar AS atau Rp 282 triliun.


Atas keberhasilan kesepakatan awal ini, Trump mengatakan Gedung Putih akan menunda kenaikan tarif terhadap barang-barang China yang direncakan akan diberlakukan pada 15 Oktober mendatang.  

"Jadi saya sarankan kepada petani untuk segera membeli lebih banyak tanah dan traktor yang lebih besar," ujar Trump.

"Ada banyak perselisihan dengan China. Sekarang ini adalah festival cinta," lanjut dia menambahkan.

Sementara itu, pendapat berbeda datang dari para pengamat yang menyatakan kesepakatan awal itu justru mengecewakan.

Menurut seorang pengamat dari Oxford Economics, Greg Daco, kesepakatan yang terjadi baru-baru ini tidak lebih dari kesepakatan parsial dan seolah-olah tidak berkelanjutan dalam mekanisme penegakan secara nyata.

Sedangkan Federasi Ritel Nasional mennyatakan kesepakatan ini adalah langkah yang benar, namun ketidakpastiannya masih besar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya