Berita

Serangan Turki ke Suriah/Net

Dunia

Tawanan ISIS Dikhawatirkan Kabur Akibat Turki Tingkatkan Serangan Ke Suriah

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 11:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki mengintensifkan serangan udara dan artilerinya ke Suriah tepatnya di kawasan Timur Laut, Jumat (11/10). Alhasil, tawanan ISIS yang ditahan pasukan Kurdi di sana dikhawatirkan semakin banyak yang melarikan diri.

Dilaporkan Reuters, lima pejuang dan seorang wanita anggota ISIS telah melarikan diri dari penjara di Qamishli. Peristiwa itu terjadi ketika Turki melancarkan serangan pertama pada Selasa lalu (8/10).

Pasukan Kurdi, YPG yang didukung oleh Amerika Serikat sebelumnya berhasil mengalahkan pasukan ISIS dan merebut Suriah Timur Laut. Para tawanan ISIS kemudian ditahan di sebuah penjara dan kamp di daerah tersebut.


Dengan mengintensifkan serangannya, Turki dikhawatirkan akan merusak penjara para pejuang ISIS yang memudahkan para militan itu untuk kabur dan kembali menyebar lagi di Suriah.

Sementara itu, AS yang selama ini mendukung YPG justru menarik diri dari Suriah.

Hal ini yang kemudian membuat banyak pihak seperti para ahli dan akademisi menganggap Trump telah meninggalkan YPG dan memberi lampu hijau bagi Turki untuk memusnahkan kelompok tersebut.

Meski demikian, hal ini langsung disanggah oleh AS.

"Tidak ada yang mendapat lampu hijau dari operasi ini oleh Turki, justru sebaliknya. Kami mendorong balik dengan sangat keras di semua tingkatan agar Turki tidak memulai operasi ini," ujar Menteri Pertahanan AS Mark Esper.

Turki sendiri melancarkan serangan setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Minggu (6/10). Setelah pembicaraan itu, Trump memutuskan untuk tidak ikut bagian dalam operasi militer Turki ke Suriah dan menarik pasukan AS dari sana.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya