Berita

Pemerintah Hong Kong desak pengembang properti berikan subsidi sewa/Reuters

Dunia

Pengusaha Merugi, Pemerintah Hong Kong Minta Pengembang Beri Subsidi

JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 21:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Banyak pengusaha makanan dan minuman serta pengecer yang mengalami kerugian dalam unjuk rasa Hong Kong yang tak pernah surut.

Kerugian tersebut dialami pengusaha lantaran turunnya jumlah wisatawan dan ditambah konsumen lokal yang takut keluar rumah.

Fakta ini membuat Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan meminta pemilik tanah dan pengembang properti memberikan subsidi sewa kepada pengusaha.


"Kami dengan ini mendesak pemilik tanah dan pengembang properti secara aktif mempertimbangkan peluncuran skema pengurangan sewa uuntuk membantu sektor ritel selama masa sulit ini," ujar Chan dilansir Reuters, Jumat (11/10).

Untuk saat ini, MTR Corp yang dimiliki pemerintah dengan nilai saham 75 persen akan memberikan penyesuaian sewa ke beberapa toko kecil dan menengah yang terdampak unjuk rasa.

Pengembang pun akan memberikan bantuan kepada penyewa tergantung kasus atau kerusakan yang dialami. Seperti halnya pengembang properti terbesar di Hong Kong, Sun Hung Kai Properties yang akan membantu dengan bekerja sama dengan industri.

Selain Sun Hung Kai Properties, Henderson Land dan Hysan Development juga menyatakan hal serupa untuk menindaklanjuti seruan Kepala Eksekutif, Carrie Lam pada Selasa (8/10).

Lam mengatakan, jumlah wisatawan pada pekan pertama Oktober anjlok lebih dari 50 persen dari tahun lalu meski pada saat itu masuk Golden Week atau musim libur nasional China.

Dampak unjuk rasa juga tidak hanya dirasakan di sektor pariwisata. Data resmi pekan lalu menunjukkan, penjualan ritel di Hong Kong pada Agustus menjadi angka terburuk dengan penurunan 23 persen dari tahun sebelumnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya