Berita

Massa aksi dari MPD dan Srikandi Millenials/Ist

Nusantara

Massa Aksi: Tidak Boleh Ada Yang Ganggu Pelantikan Presiden

JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 17:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Semua anak bangsa diajak bersama-sama untuk menjaga perdamaian dan menjunjung tinggi persatuan bangsa. Khususnya menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Maruf Amin pada 20 Oktober 2019.

Demikian disampaikan Koordinator Lapangan Aksi dari Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) dan Srikandi Millenials, Ali Makeani saat menyampaikan orasi di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

"Kita jaga perdamaian dan keamanan bangsa ini. Kami imbau semua pihak menjaga kedamaian Indonesia," kata Ali dari atas mobil komando.


Ratusan massa dari MPD dan Srikandi Millenials menggelar aksi damai dengan hiburan musik jalanan angklung. Puluhan peserta aksi juga tampak menggunakan kebaya batik warna warni.

Ali juga menambahkan pihaknya mendukung TNI-Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelantikan presiden dan wapres. Tidak boleh ada yang mengganggu jalannya pelantikan pada Minggu pekan depan.

"Kami mendukung TNI-Polri. Kami juga akan kawal pelantikan presiden dan wakil presiden," ungkapnya seperti dalam keterangan tertulis.

Massa terus menerikan yel-yel dan menyanyikan lagua Indonesia Raya. Alunan musik jalanan angklung juga terus memeriahkan jalannya aksi damai ini. Sementara puluhan polisi terpantu mengawal jalannya aksi.

Mereka juga membawa sejumlah spanduk. Diantaranya bertertuliskan "Indonesia Damai".

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya