Berita

Sufmi Dasco Ahmad/Net

Politik

Waketum Gerindra: Kalau Sudah Diputuskan Ikut Pemerintah, Baru Kita Bicara Nama

JUMAT, 11 OKTOBER 2019 | 00:18 WIB | LAPORAN: AMAL TAUFIK

Partai Gerindra dikabarkan bakal mendapat jatah tiga kursi menteri di kabinet Jokowi-Maruf. Setidaknya hal tersebut pernah diungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai bahwa keputusan mengenai menteri bukan domain waketum partai untuk menyampaikan.

Menurutnya, domain itu ada di tangan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto. Prabowo, katanya, juga menjadi orang yang paling berhak memutuskan tentang nama-nama yang akan diusung sebagai menteri dari Gerindra.


"Kalau soal orang, saya rasa itu domain ketua dewan pembina. Nanti beliaulah yang akan memutuskan berdasarkan komunikasi dari dua belah pihak," terangnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).

Lebih lanjut, wakil ketua DPR itu menegaskan partai tidak akan berbicara mengenai nama orang per orang yang dikabarkan jadi menteri.

Pembicaraan nama, kata Dasco, akan disampaikan setelah ada kesepakatan apakah Gerindra masuk barisan pemerintah atau tidak.

"Kalau memang diputuskan kita akan ikut dalam pemerintahan, baru kita membicarakan bidang dan nama yang membawahi bidang-bidang yang mungkin akan diserahkan presiden pada kita," tegasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya