Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Punya Cara Canggih Bikin Buzzer Game Over

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 05:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pendengung atau buzzer di media sosial berpotensi merusak tatanan demokrasi Indonesia. Ini lantaran peran mereka berpotensi mencabik-cabik kerukunan antar anak bangsa.

Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia, Adhie Massardi menyebut bahwa buzzer merupakan seburuk-buruknya sampah dalam demokrasi. Ini lantaran mereka masuk dalam kategori B3, yaitu mengandung bahan berbahaya, dan beracun. Baca:

Dia menguraikan bahwa buzzer kini sudah berubah menjadi preman dunia maya. Mereka bertugas menakut-nakuti dan menyesatkan publik.


“Buzzer harus game over demi kedamaian dunia maya,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (8/10).
 
Menurunya ada satu orang yang mampu membuat buzzer game over secara sistematis. Sosok itu adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli.

“Bang RR (Rizal Ramli) punya cara canggih untuk bikin buzzer game over secara TSM (terstruktur, sistematis, masif),” tegasnya.

Adhie berpendapat bahwa buzzer muncul lantaran ekonomi sedang sulit. Sehingga mereka rela menjadi pasukan maya bayaran demi mendapatkan uang dengan mudah.

Sementara Rizal Ramli, sambungnya, merupakan sosok yang mampu membuat ekonomi Indonesia bangkit. Banyak jurus-jurus jitu dari sang rajawali yang mampu membuat ekonomi tumbuh dan tidak mentok di lima persen. Bahkan bisa tumbuh hingga dua digit.

“Sehingga tercipta jutaan lapangan kerja yang lebih mulia dan penghasilannya jauh lebih besar ketimbang jadi buzzer,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya