Berita

Ismail Fahmi/Net

Politik

Buzzer 01 Banyak Tim Dan Tersebar, 02 Andalkan Sukarela Emak-Emak

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 02:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran pendengung alias buzzer terus menjadi perbincangan publik. Kehadiran mereka selalu menjadi-jadi saat kontestasi politik berlangsung. Seperti saat Pilpres 2019 lalu.

Analis media sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi mengurai keberadaan buzzer saat pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertarung di pilpres lalu.

Menurutnya, pasangan 01 memiliki banyak tim buzzer. Mereka membangun banyak narasi di media sosial untuk mendukung Jokowi-Maruf.


“01 timnya banyak, tersebar di banyak kelompok, dan mereka membangun narasinya sendiri,” urai Ismail dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk “Siapa yang Bermain Buzzer?” yang disiarkan TV One, Selasa (8/10).

Sementara kubu 02, sambungnya, juga memiliki buzzer dalam jumlah besar. Tapi mayoritas mereka adalah kelompok emak-emak yang tidak dibayar. Mereka secara sukarela memviralkan pernyataan top influence yang mendukung mereka.

“Mereka tidak membangun opini. Mereka membantu, mereka tidak dibayar, tapi sukarela,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya